Siapkan Misi ke Mars, NASA Teliti Dua Astronot Kembar

Kompas.com - 24/03/2015, 12:19 WIB
Dua astronot kembar identik Scott Kelly (kiri) dan Mark Kelly. AFPDua astronot kembar identik Scott Kelly (kiri) dan Mark Kelly.
EditorTri Wahono


KOMPAS.com — Dua astronot kembar identik berharap bisa memberikan pemahaman yang lebih baik bagi Badan Antariksa AS (NASA) mengenai dampak perjalanan jarak jauh di antariksa terhadap tubuh manusia.

Keduanya akan terlibat dalam eksperimen yang baru pertama dilakukan. Para ilmuwan berharap bisa mempelajari lebih banyak lagi mengenai dampak antariksa pada tubuh manusia untuk menyiapkan penerbangan panjang ke Mars.  

Kepala Program Riset Manusia di NASA Dr John Charles mengatakan, timnya akan membandingkan kedua astronot, Mark dan Scott Kelly, selama setahun penelitian. Salah satu di antaranya terbang ke ruang angkasa, sementara satu lagi tetap di Bumi.

"Ini merupakan kesempatan baik untuk membandingkan langsung dua orang kembar identik. Ini juga merupakan cara untuk memanfaatkan teknologi medis abad ke-21 untuk memahami apa yang terjadi pada manusia dalam penerbangan antariksa jarak jauh," kata Charles.

Astronot Scott Kelly akan tinggal selama setahun di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) yang bakal jadi rekor terlama bagi astronot NASA tinggal di ruang angkasa. 

Sementara itu, saudara kembarnya, Mark Kelly, yang menikah dengan mantan anggota Kongres AS, Gabby Giffords, akan berada di darat dan bertindak sebagai pengontrol dalam eksperimen dan analisis fisik eksperimen NASA itu.

Scott Kelly mengatakan, eksperimen itu akan membantu para periset untuk mempelajari dampak negatif antariksa terhadap fisik manusia, dan berharap bisa menemukan cara untuk mengurangi dampak-dampak itu.

Selama dalam program Antariksa Internasional itu, Scott akan melakukan sejumlah eksperimen serta menjalani tes-tes medis.

Scott akan terbang ke ruang angkasa pada hari Jumat (27/3/2015) menggunakan wahana Soyuz dari Kazakhstan. Scott Kelly akan bergabung di stasiun antariksa internasional dengan kosmonot Rusia, Mikhail Kornienko, yang juga akan tinggal di sana selama setahun. (Jeff Custer).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X