Teka-teki Kampung Halaman Kaum "Gipsi Laut" Nusantara

Kompas.com - 11/03/2015, 20:34 WIB
Salah seorang warga bajo di Desa Hakatutobu yang sedang membelah kayu bakar. KOMPAS.com/ Suparman SultanSalah seorang warga bajo di Desa Hakatutobu yang sedang membelah kayu bakar.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Mereka pelaut tertangguh di Nusantara. Berabad-abad mengarungi samudera, mereka tersebar di wilayah Segitiga Terumbu Karang di Asia Tenggara, menghuni perairan tepi pantai dengan rumah berfondasi batu dan material kayu.

Mereka adalah Orang Bajo atau kerap juga disebut "Orang Laut", "Sama Bajau" atau "Gipsi Laut". Suku yang bersetubuh dengan laut sejak dulu itu kini tersebar di timur Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Filipina bagian selatan.

Selama puluhan tahun, ilmuwan bertanya-tanya tentang asal-usul Orang Bajo. "Mereka memang nomaden tapi orang pasti punya asal-usul. Di mana asal-usul mereka, itu masih pertanyaan," kata Phillippe Grange, ahli linguistik dari Universite La Rochelle, Perancis.

Dalam seminar tentang keragaman genetik bertema "Austronesia Diaspora" yang diadakan Lembaga Eijkman di Jakarta, Rabu (11/3/2015), Grange mengungkapkan bahwa sejumlah teori telah diajukan untuk menguraikan asal-usul orang Bajo, tapi belum ada yang memuaskan.

"Ada yang mengatakan Orang Bajo asalnya dari Johor (Malaysia)," kata Grange. "Bahkan kalau kita tanya orang Bajo di Malaysia, mereka bilang asalnya dari Johor. Jadi mereka Pribumi. Di buku sejarah anak di Malaysia, disebutkan juga Orang Bajo dari Johor."

Dasar teori tersebut adalah adanya cerita legenda tentang Puteri Johor. Diceritakan, dahulu Orang Bajo dan Orang Bugis banyak banyak mendiami wilayah Johor hingga akhirnya Puteri Johor hilang.

Orang Bajo diminta untuk mencari sang puteri dan tak boleh kembali sebelum menemukan. Di situlah penjelajahan Orang Bajo dimulai. Karena tak menemukan, maka Orang Bajo pun tak pernah kembali.

Namun pandangan itu dasarnya terlalu lemah. Memang secara dongeng ada keterkaitan. Tetapi, tidak ada bukti arkeologi atau bahasa yang menunjukkan bahwa Orang Bajo berasal dari Johor.

Teori lain, dikatakan Grange, menerangkan bahwa Sama Bajau sebelumnya adalah orang-orang yang hidup di muara Sungai Barito. "Dasarnya, dalam bahasa Dayak Ngaju dan Sama Bajau, ada 12 kata yang mirip," terang peneliti asing yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Dalam teori yang diajukan oleh Robert Blust, ahli linguistik dari University of Hawaii, Orang Bajo yang berasal dari Bariro mulai melaut pada tahun 800 Masehi, seiring dengan berkembangnya Kerajaan Sriwijaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X