Gerhana Bulan Selepas Senja Nanti, Wilayah Mana Saja yang Bisa Melihatnya?

Kompas.com - 15/04/2014, 13:00 WIB
Gerhana Bulan WikipediaGerhana Bulan
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Gerhana Bulan akan menyapa warga Indonesia pada Selasa (15/4/2014) senja hingga maksimal satu jam setelahnya menurut waktu lokal.

Namun, hanya wilayah-wilayah tertentu yang bisa melihatnya. Mana saja?

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengungkapkan, hanya wilayah Indonesia bagian timur yang bisa melihat gerhana bulan kali ini.

"Gerhana bulan total ini akan terlihat kasat mata di Provinsi Papua, Irian Jaya Barat, Maluku (sebagian besar), Maluku Utara (sebagian), dan Nusa Tenggara Timur (sebagian kecil)," katanya.

Wilayah-wilayah Indonesia Timur itu akan menyaksikan fase akhir gerhana. Puncak gerhana tidak bisa dilihat karena terjadi sebelum bulan terlihat di wilayah tersebut.

"Tidak ada satu pun titik di Indonesia yang kebagian puncak gerhana," kata Ma'rufin saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/4/2015).

Lamanya waktu setiap wilayah tersebut melihat gerhana secara kasat mata berbeda-beda, tergantung wilayah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka yang di Jayapura bisa melihat gerhana secara kasat mata selama 55 menit setelah senja. Senja di Jayapura akan terjadi pada pukul 17.39 WIT.

Waktu yang memungkinkan warga Jayapura untuk melihat gerhana adalah antara senja hingga kontak akhir umbra. Kontak akhir umbra sendiri terjadi pukul 18.33 WIT.

Di Ambon, gerhana hanya akan bisa dilihat secara kasat mata selama 5 menit setelah senja. Senja di Ambon akan terjadi pada pukul 18.28 WIT.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

Kita
Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Oh Begitu
Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.