Kompas.com - 21/03/2014, 20:20 WIB
AP-3C Orion Getty ImagesAP-3C Orion
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Pengembangan paling canggih pada P-3C adalah sistem sensor dan taktis yang terintegrasi dengan Univac CP-901 Digital Computer.

Banyak jenis P-3 Orion kemudian muncul karena modifikasi untuk memenuhi kebutuhan masing-masing negara atau lembaga yang menggunakannya.

Contohnya, pesawat WP-3D yang dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) guna memantau cuaca dan badai.

Pesawat milik RAAF yang digunakan untuk melacak puing MH370 sendiri adalah AP-3C Orion, digunakan sejak tahun 2002.

AP-3C Orion melacak Malaysia Airlines MH370 dengan mengandalkan instrumen MAD-nya yang bisa mendeteksi adanya benda logam besar hingga kedalaman 150 meter.

Dengan kemampuan AP-3C Orion, jika memang MH370 mengapung di Samudera Hindia, menemukannya bukanlah hal yang sulit.

Sebagai pesawat yang telah puluhan tahun "mengabdi", P-3 Orion telah memenuhi kebutuhan banyak negara di banyak misi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahun 1990 misalnya, saat perang Irak, Amerika Serikat menggunakan pesawat ini untuk melacak kapal Irak yang menyeberang dari Basra dan Umm Qasar.

P-3 Orion juga digunakan dalam pemantauan selama serangan Amerika Serikat ke Libya. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga menggunakan pesawat ini untuk riset.

Pencarian MH370 dengan AP-3C Orion memakan biaya yang tak sedikit. Berdasarkan data pemerintah Selandia Baru yang dirilis tahun 2000, tahun 1990-an saja, biaya operasional P-3 Orion mencapai 8.000 dollar AS per jam.

Secanggih apa pun P-3 Orion, ada saatnya perannya bakal tergantikan. US Navy pada tahun 2019 akan mengganti P-3 Orion yang dimilikinya dengan Poseidon 8 produksi Boeing.

Sementara itu, di militer Amerika Serikat, perannya bakal tergeser, tak berarti harus mengucapkan selamat tinggal pada pesawat hebat ini. Banyak bangsa masih menggunakannya.

Artikel telah di-update untuk memperbaiki kesalahan pada biaya operasional P-3 Orion yang sebelumnya dinyatakan Rp 1 triliun per jam.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.