Kompas.com - 02/01/2014, 18:42 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

"Karena komet memiliki produksi debu rendah, kami menyimpulkan bahwa badai meteor (jumlah meteor lebih atau sama dengan 1.000) kemungkinkan besar tak terjadi," jelasnya.

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengatakan bahwa terjadinya badai meteor umumnya dipengaruhi oleh panjang ekor debu. Makin panjang ekor debu, makin besar peluang terjadinya badai meteor.

Namun, ia juga mengungkapkan bahwa ada faktor lain, yakni produksi debu oleh komet itu sendiri. Bila produksi debu rendah, peluang terjadi badai meteor juga rendah.

"Seperti komet Lovejoy kemarin. Kometnya ekornya panjang, tetapi produksi debunya diindikasikan lebih rendah dibanding rata-rata komet," katanya kepada Kompas.com, Kamis (2/1/2014)

Berdasarkan riset Ye, 209P/LINEAR mungkin akan sama dengan Lovejoy. Ekornya bisa jadi panjang, tetapi debunya sedikit.

Walau badai meteor kemungkinan takkan terjadi, fenomena meteor di langit akan tetap ada dan layak dilihat.

Partikel yang akan terbakar oleh atmosfer Bumi berukuran besar. Dengan demikian, meteor yang terbentuk mungkin terang walaupun jumlahnya sedikit.

Prediksi sejauh ini menunjukkan bahwa lokasi terbaik untuk melihat fenomena ini adalah di belahan utara Bumi.

209P/LINEAR adalah komet yang ditemukan pada tahun 2004. Nama komet diambil dari nama proyek penemuannya, Lincoln Near-Earth Asteroid Research (LINEAR).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.