Kompas.com - 24/12/2013, 19:20 WIB
Vodka hiphopworldmagazine.comVodka
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Ilmuwan dari York University berhasil mengirimkan pesan teks pertama dengan uap vodka. Mereka mengatakan, sistem pengiriman itu pada masa depan bisa mengisi gap di mana teknologi wireless belum bisa memenuhinya.

Keberhasilan pengiriman pesan dengan vodka itu dideskripsikan dalam jurnal PLOS ONE. Pesan dikirim dengan bantuan alkohol dan kipas angin meja. Pesan "dibungkus" dalam senyawa yang mudah menguap, diterjemahkan menjadi sinyal biner, serta ditangkap dengan perangkat breathalyzer.

"Kami berhasil mengirimkan pesan teks pertama yang dihantarkan dengan komunikasi molekuler, mengontrol konsentrasi alkohol untuk mengode huruf dengan spray tunggal merepresentasikan 1 dan tak ada spray merepresentasikan nol," kata Nariman Farsad dari York University seperti dikutip IB Times, Kamis (19/12/2013).

Pesan pertama yang dikirimkan adalah 10101100111000101011110110 atau "O Canada". Pesan dikirim ke udara, kemudian dikode oleh penerima yang menyerupai breathalyzer. Jarak pengiriman pesan 4 meter, sementara biayanya 100 dollar AS.

Pengiriman dengan sinyal kimia tidak akan menghapus sistem komunikasi saat ini. "Sinyal kimia menawarkan cara yang lebih efisien untuk menghantarkan data di terowongan, pipa, atau struktur bawah tanah yang dalam," ungkap Andrew Eckford dari York University yang juga terlibat riset.

Manfaat yang bisa dibayangkan adalah transmisi sinyal dalam dunia kedokteran. Misalnya, dokter bisa menginjeksikan robot mini untuk melakukan tugas tertentu di tubuh pasien. Untuk komunikasi dengan robot itu, dokter pada masa depan bisa memanfaatkan sinyal kimia.

Sementara itu, sinyal kimia juga mungkin digunakan untuk mengirimkan pesan teks seperti "O Canada". Saat menjelang Natal seperti saat ini, manusia pada masa depan bisa mengirimkan ucapan Natal dengan sinyal kimia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.