Tarik Koin Emas, Pemerintah Harus Bisa Jaga Kelestariannya

Kompas.com - 14/11/2013, 20:15 WIB
Warga berbondong-bondong mencari koin emas kuno di Krueng Doy, di dekat area situs bersejarah Kampung Pande, Kampung Merduati, Banda Aceh, Selasa (12/11/2013), menyusul ditemukannya kepingan-kepingan koin emas oleh warga pencari tiram di lokasi tersebut, Senin lalu. Koin-koin emas itu diduga peninggalan Kesultanan Aceh yang diperkirakan berpusat di dekat lokasi tersebut. KOMPAS/MOHAMAD BURHANUDINWarga berbondong-bondong mencari koin emas kuno di Krueng Doy, di dekat area situs bersejarah Kampung Pande, Kampung Merduati, Banda Aceh, Selasa (12/11/2013), menyusul ditemukannya kepingan-kepingan koin emas oleh warga pencari tiram di lokasi tersebut, Senin lalu. Koin-koin emas itu diduga peninggalan Kesultanan Aceh yang diperkirakan berpusat di dekat lokasi tersebut.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Langkah pemerintah daerah Aceh untuk menghentikan aktivitas perburuan koin emas di Gampong Pande dan berencana membeli koin emas yang sudah diambil masyarakat diparesiasi. Namun, tugas pemerintah daerah tak cukup menarik peninggalan bersejarah tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Joe Marbun dar Masyarakat Budaya (MADYA) saat dihubungi Kompas.com, Kamis (14/11/2013).

"Saya kira langkah pemerintah daerah sudah cukup baik dan responsif. Saya dengar mereka juga berencana membeli koin itu. Ini sudah bagus dan menunjukkan adanya niat untuk melestarikan warisan budaya," kata Joe.

Namun, Joe mengatakan bahwa tugas pemerintah daerah belum selesai sebab pemerintah daerah wajib menjamin kelestariannya.

"Belajar dari kasus koleksi emas di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, yang hilang, masyarakat sebenarnya punya kekecewaan. Mereka sudah menyerahkan koleksi kepada pemerintah tetapi mengapa hilang," jelas Joe.

Koleksi emas di Museum Sonobudoyo sebelumnya ditemukan oleh masyarakat. Pemerintah daerah kemudian mengambil, disertai kompensasi kepada masyarakat, dan kemudian menaruh di museum.

Hilangnya koleksi emas di museum tersebut yang hingga saat ini belum ditemukan, ungkap Joe, menunjukkan bahwa pemerintah daerah kurang bertanggungjawab dan belum menjawab kepercayaan masyarakat.

Dalam kasus penemuan koin emas di Aceh, Joe mengatakan bahwa warga dan pemerintah harus membangun kepercayaan dan sadar akan kewajibannya.

"Pemerintah harus bisa menjamin kelestarian koleksi tersebut," tegas Joe.

Sebelumnya diberitakan, koin emas ditemukan di wilayah Gampong Pande pada Senin (11/11/2013). Pada Rabu (13/11/2013) kemarin, pedang berlapis emas dan bertuliskan VOC ditemukan. Koin emas diduga merupakan peninggalan dari kerajaan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Ali Mughayatsyah.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X