Asteroid Raksasa Bisa Menghantam Bumi pada 26 Agustus 2032

Kompas.com - 18/10/2013, 18:01 WIB
Ilustrasi tumbukan asteroid. ScienceblogIlustrasi tumbukan asteroid.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Astronom asal Ukraina menemukan asteroid raksasa yang berpotensi menghantam Bumi pada tahun 2032, walaupun potensinya kecil menurut perkiraan saat ini.

Asteroid berukuran 410 meter yang diberi nama 2013 TV135 tersebut ditemukan minggu lalu lewat pengamatan di Crimean Astrophusical Observatory di Ukraina. Demikian menurut pernyataan Minor Planet Center, International Astronomical Union.

Pada Kamis (18/10/2013), penemuan dikonfirmasi oleh lima astronom, termasuk dari Italia, Spanyol, Inggris, dan Buryatia.

Asteroid tersebut, demikian dilaporkan Ria Novosti, Kamis kemarin, termasuk dalam kategori asteroid yang berpotensi menumbuk Bumi. Menurut orbitnya, asteroid bisa terbawa pada jarak kurang dari 7,5 juta kilometer dari orbit Bumi.

Jarak minimum antara orbit asteroid tersebut dan Bumi pada tahun 2013 adalah 1,7 juta kilometer.

Peluang asteroid ini menumbuk Bumi pada 26 Agustus 2032 adalah 1 dibanding 63.000.

Timur Kryachko dari Crimean Astrophysical Observatory mengungkapkan, astronom baru bisa mengevaluasi lagi potensi tumbukan dan tempat tumbukannya di Bumi pada tahun 2028.

"Ini adalah pekerjaan besar bagi industri kita," kata Smitry Rogozin, Deputi Perdana Menteri Rusia.

2013 TV135 diberi rating 1 dari 10 dalam Skala Torino, menunjukkan bahwa potensi yang relatif kecil sebenarnya.

Namun, bila menumbuk Bumi, maka asteroid ini bisa mengakibatkan ledakan setara 2.500 megaton TNT atau setara dengan 50 kali lebih besar dari ledakan bom atom terbesar di Bumi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X