Direbus di Tengkoraknya, Otak Ini Awet 4.000 Tahun

Kompas.com - 04/10/2013, 13:18 WIB
Sebuah otak berusia 4.000 tahun ditemukan dalam kondisi terawetkan dengan baik pada tahun 2010. Halic University, IstanbulSebuah otak berusia 4.000 tahun ditemukan dalam kondisi terawetkan dengan baik pada tahun 2010.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Ilmuwan menemukan sampel otak tertua yang pernah ada dan masih dalam kondisi yang terawetkan dengan baik.

Sampel otak itu berusia 4.000 tahun, ditemukan di Seyitomer Huyuk, situs zaman perunggu di Turki, pada tahun 2010.

Temuan otak itu mengundang tanya para ilmuwan. Bagaimana bisa otak bisa terawetkan dengan baik selama ribuan tahun?

Setelah pemiliknya mati, otak dengan cepat akan terurai. Namun, otak yang ditemukan di Turki ini masih utuh.

Meric Altinoz dari Halic University di Istanbul, Turki, berupaya menganalisis penyebab terawetkannya otak itu.

Diketahui bahwa tempat penemuan otak adalah wilayah tektonik aktif. Kayu-kayu gosong banyak dijumpai.

Berdasarkan hal itu, Altinoz menduga bahwa dahulu gempa pernah mengguncang wilayah penemuan otak dan memicu kebakaran sehingga orang terkubur reruntuhan dan terbakar.

Api kebakaran mengonsumsi oksigen serta merebus dan mendidihkan otak bersama cairannya di tengkoraknya. Proses tersebut mencegah penguraian jaringan otak.

"Level pengawetan otak, dikombinasi dengan usianya, sangat mengagumkan," kata Frank Ruhl dari University of Zurich yang juga terlibat analisis, seperti dikutip New Scientist, Kamis (3/10/2013).

Temuan organ yang terawetkan dengan baik sangat penting. Organ tersebut akan membantu ilmuwan meneliti penyakit degeneratif seperti kanker pada masa lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X