Kompas.com - 23/07/2013, 18:33 WIB
Bumi dan Bulan hasil jepretan wahana antariksa Messenger pada Jumat (19/7/2013) NASABumi dan Bulan hasil jepretan wahana antariksa Messenger pada Jumat (19/7/2013)
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Coba lihat foto di atas. Apakah gambar tersebut menunjukkan dua bintang ganda baru di semesta yang baru bisa terlihat oleh manusia di Bumi? Ternyata tidak. Keduanya adalah dua benda langit yang telah kita kenal sejak sekolah dasar. Ya, keduanya adalah Bumi dan Bulan.

Citra kasar yang dirilis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Senin (22/7/2013), di atas merupakan hasil jepretan kamera wahana antariksa Messenger yang mengorbit Merkurius. Wahana antariksa itu memotret Bumi pada Jumat (19/7/2013) dan Sabtu (20/7/2013) dari jarak 97,6 juta kilometer.

Dalam citra tersebut, tak bisa dimungkiri bahwa Bumi dan Bulan tampak bagai bintang ganda, bintang yang mengorbit satu sama lain. Bumi tampak sebagai lingkaran putih yang berukuran lebih besar, sementara Bulan yang lebih kecil berada di dekatnya.

Menurut NASA, Bumi dan Bulan dalam citra Messenger sebenarnya hanya tampak kurang dari satu piksel. Keduanya tampak besar karena overexposed. Long exposure mesti digunakan untuk bisa menangkap obyek yang redup dan sebagai konsekuensinya citra yang dihasilkan tampak lebih besar dari aslinya.

Foto ini bukanlah foto Bumi pertama yang diambil Messenger. Berdasarkan informasi di situs web NASA, Messenger sebelumnya pernah memotret Bumi pada 6 Mei 2010. Dalam hasil foto saat itu, Bumi dan Bulan juga terlihat seperti dua buah bintang.

NASA Bumi dan Bulan yang dipotret oleh wahana antariksa Messenger pada tahun 2010.

Messenger pada tahun 2010 memotret Bumi dari jarak 183 juta kilometer. Sekilas, jarak pemotretan itu tak masuk akal. Jarak antara Bumi dan Matahari saja hanya 150 juta kilometer. Jarak Bumi - Merkurius yang lebih jauh daripada jarak Bumi - Matahari itu dimungkinkan karena posisi Bumi dan Merkurius dalam orbitnya mengelilingi Matahari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Messenger merupakan kepanjangan dari Mercury Surface, Space Environment, Geochemistry, and Ranging. Wahana ini sukses memasuki orbit Merkurius pada 2011. Walaupun baru sebentar menjalankan misi, Messenger berhasil mengungkap rahasia Merkurius, di antaranya bahwa planet terdekat dengan Matahari itu ternyata punya es.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.