Kompas.com - 19/07/2013, 11:04 WIB
NASA mengajak publik untuk melambaikan tangan ke Saturnus saat wahana antariksa Cassini memotret Bumi dari planet bercincin tersebut. NASANASA mengajak publik untuk melambaikan tangan ke Saturnus saat wahana antariksa Cassini memotret Bumi dari planet bercincin tersebut.
|
EditorYunanto Wiji Utomo


KOMPAS.com — Malam ini, atau tepatnya Sabtu (20/7/2013) dini hari nanti, Bumi dan manusia akan dipotret dari Saturnus oleh wahana antariksa Cassini. Bumi mungkin hanya akan tampak sebagai titik kecil dan manusia tentu takkan kelihatan sama sekali. Namun, momen di mana Bumi dipotret dari jarak miliaran kilometer ini patut dirayakan.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menamai momen pemotretan Bumi dari Saturnus ini sebagai The Day the Earth Smiled. NASA dengan tagline Wave at Saturn mengajak seluruh warga Bumi untuk melambaikan tangan ke arah Saturnus saat Cassini memotret Bumi nanti.

Berasarkan keterangan di situs NASA, Kamis (18/7/2013), Cassini akan memotret Bumi, Sabtu dini hari antara pukul 04.27 WIB hingga 04.47 WIB, dari sahur hingga sesaat setelah imsak. Cassini akan berupaya memotret Bumi, Saturnus, dan cincin Saturnus dalam satu frame.

Dengan Cassini yang kini tengah mengorbit planet bercincin itu, pemotretan Bumi akan berlangsung dari jarak 1,44 miliar kilometer, atau 10 kali lipat jarak Bumi-Matahari. Bila Cassini berhasil, foto yang dihasilkan akan menjadi salah satu foto Bumi paling spektakuler.

Cassini pernah berhasil memotret Bumi dari Saturnus pada tahun 2006. Saturnus tampak sebagai bola dengan cincin di sekitarnya. Bumi sendiri terlihat sebagai titik yang sangat kecil di bagian atas gambar. Tahun 1990, wahana Voyager juga pernah memotret Bumi dari Saturnus, menghasilkan citra bersejarah yang disebut Pale Blue Dot.

Seperti apa hasil foto Cassini nanti? kita tunggu saja. Cassini telah beroperasi selama sembilan tahun. Walau masih banyak yang bisa dipelajari dari Saturnus, Cassini harus pensiun pada tahun 2017. Pada saatnya nanti, Cassini akan "bunuh diri" di atmosfer Saturnus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Oh Begitu
Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Oh Begitu
Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Oh Begitu
Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Fenomena
3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Oh Begitu
Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.