Kompas.com - 10/07/2013, 21:46 WIB
Danau Vostok Astrobio.netDanau Vostok
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Ada surga kehidupan yang terkubur di bawah lapisan es Antartika. Danau Vostok yang berlokasi di Antartika dan terkubur ribuan meter di bawah lapisan es, berdasarkan riset terbaru, diduga merupakan lingkungan yang kaya dan beragam, bahkan diklaim memiliki ikan.

Beradasarkan analisis bahan genetik, para peneliti menduga adanya lebih dari 3.500 bentuk kehidupan yang berbeda pada danau yang sebelumnya dianggap "tidak ramah" bagi makhluk hidup ini.

Danau Vostok adalah danau sub-glasial terbesar di Bumi yang terkubur di bawah 3.700 meter di bawah lapisan es. Danau ini menempati urutan ketujuh sebagai danau dengan volume terbanyak dan urutan keempat untuk danau terdalam.

Para ilmuwan lama percaya bahwa lingkungan danau yang gelap dengan suhu dingin dan panas (dari ventilasi hidrotermal) serta mendapatkan tekanan dari es glasial yang ada di atasnya tidak memungkinkan adanya bentuk kehidupan.

Namun, analisis potongan es yang diambil dari cekungan utama bagian selatan dan pada ujung barat daya Danau Vostok memberikan bukti baru.

Tim peneliti Bowling Green State University yang dipimpin oleh Yury M Shtarkman dan Zeynep A Kocer berhasil mengumpulkan 3.507 rangkaian RNA dan DNA, fragmen sel dan virus, serta mengidentifikasi jenisnya dari 1.623 rangkaian.

"Kompilasi hasil menunjukkan bahwa organisme hidup dan bereproduksi di Danau Vostok," tulis mereka dalam hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE pada Rabu (3/7/2013).

Dari sejumlah rangkaian yang teridentifikasi, 94 persen di antaranya adalah milik bakteri, sementara sisanya adalah makluk yang memiliki membran inti sel, disebut eukaryota, mencakup jamur, alga, dan lainnya.

Analisis lebih lanjut menunjukkan, rangkaian DNA merupakan milik makhluk hidup dengan habitat beragam, mulai yang hidup di danau, air payau, tanah, dan sedimen laut dalam.

Diuraikan BBC, Senin (8/7/2013), bakteri pemilik rangkaian bahan genetik yang ditemukan bersimbiosis dengan hewan maupun yang merugikan. Bakteri tersebut juga berasosiasi dengan anemon laut, cacing bersegmen, dan lainnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.