Kompas.com - 04/07/2013, 12:56 WIB
Warga Desa Lampahan, Aceh, berkumpul di luar rumah mereka setelah gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah itu, Selasa (2/7/2013). Sejumlah orang tewas dan terluka, serta ribuan rumah rata dengan tanah akibat gempa tersebut.
AFP PHOTO / REZA JUANDAWarga Desa Lampahan, Aceh, berkumpul di luar rumah mereka setelah gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah itu, Selasa (2/7/2013). Sejumlah orang tewas dan terluka, serta ribuan rumah rata dengan tanah akibat gempa tersebut.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

JAKARTA, KOMPAS.com — Pascagempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, frekuensi gempa daratan di Aceh yang bersumber dari sesar Aceh meningkat sangat signifikan. Hal ini diungkapkan pakar gempa Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano.

Irwan mengungkapkan, dari tahun 1980 sampai Desember 2004, sebelum gempa dan tsunami Aceh, hanya ada 12 gempa bermagnitudo di atas 5 yang bersumber dari segmen Aceh. Sesudah 2004, ada 33 gempa dengan magnitudo di atas 5 dengan mekanisme sesar geser dan terjadi di sesar Aceh.

"Ini cuma dalam waktu 8 tahun saja. Kalau dulu rata-rata 2 tahun 1 gempa, sekarang lebih dari 3 gempa merusak dalam satu tahun," kata Irwan lewat percakapan dengan Kompas.com, Kamis (4/6/2013). Jadi, pasca-2004, gempa daratan di aceh meningkat 6 kali lipat.

Menurut Irwan, peningkatan frekuensi gempa daratan terkait dengan energi sangat besar yang dilepaskan dalam peristiwa gempa 2004. Energi tersebut meningkatkan regangan di sekitarnya. Di daratan, energi mempercepat siklus gempa.

Gempa bermagnitudo 6,2 pada Selasa (2/7/2013) adalah salah satu gempa daratan yang dipicu oleh energi yang dilepaskan pada gempa tahun 2004. Gempa dua hari lalu tersebut bersumber pada aktivitas segmen Aceh, terjadi pada kedalaman 10 km.

Menurut Irwan, peningkatan frekuensi gempa daratan ini menjadi peringatan bahwa ancaman utama Aceh saat ini adalah gempa daratan. Gempa besar yang bersumber di laut dan menyebabkan tsunami serta berdampak pada Aceh sudah kecil kemungkinannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kewaspadaan gempa daratan perlu ditingkatkan. Dari peristiwa gempa dua hari lalu, tampak banyak hal belum disiapkan untuk menghadapi ancaman gempa daratan. Jumlah bangunan rusak masih besar dan sebagian besar korban tewas karena reruntuhan bangunan.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

    Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

    Oh Begitu
    Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

    Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

    Kita
    Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

    Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

    Oh Begitu
    Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

    Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

    Oh Begitu
    Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

    Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

    Oh Begitu
    Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

    Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

    Oh Begitu
    Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

    Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

    Oh Begitu
    Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

    Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

    Oh Begitu
    Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

    Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

    Oh Begitu
    6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

    6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

    Oh Begitu
    Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

    Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

    Oh Begitu
    Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

    Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

    Oh Begitu
    Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

    Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

    Oh Begitu
    Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

    Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

    Oh Begitu
    Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

    Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X