Kompas.com - 29/05/2013, 14:21 WIB
Editoryunan

Di sekolah di mana Heather mengajar Bahasa Inggris, ia tak kesulitan karena dia mengenali orang dari pakaian dan rambutnya serta meminta muridnya mengenakan tanda nama.

Tetapi, semua menjadi lebih sulit dalam sosialisasi. Sekali waktu Heather pernah menyapa orang yang salah di suatu pesta dan menaruh lengannya pada pria yang dikira adalah pasangannya. Saat kuliah, para lelaki meneleponnya dengan marah karena Heather tetap berjalan lurus tanpa menoleh dan menyapa, padahal sebelumnya mereka berkencan. "Saat itu saya berpikir, 'saya tak melihatmu, mengapa setiap orang membuat hidup saya sangat sulit?'"

Bukan cuma wajah orang lain yang tak bisa diingat, Heather juga tak bisa mengingat wajahnya sendiri. "Beberapa kali saya berada dalam keramaian di tangga berjalan dengan cermin di sisinya, lalu ada seorang perempuan bergerak dan saya menyingkir, hingga akhirnya saya menyadari 'oh, perempuan itu ternyata saya.'" Dia juga merasa terganggu ketika melihat foto dan tak mengenali dirinya.

Pemrosesan informasi wajah

Untuk mencoba memahami kondisi prosopagnosia, Duchaine dan rekannya merekam aktivitas otak dari 12 orang yang menderita prosopagnosia dan meminta untuk melihat wajah orang terkenal dan awam. Duchaine dan rekannya melihat bahwa bagian otak yang bertanggung jawab untuk menyimpan informasi visual aktif pada enam orang saat mereka melihat wajah orang terkenal.

Meski demikian, komponen lain dari aktivitas otak yang diduga merepresentasikan tahap lanjut dari pemrosesan ingatan tentang wajah tak terpicu. "Beberapa bagian dari otak mereka mengenali wajah," kata Duchaine. Namun, otak gagal untuk untuk melanjutkan informasi pada level kesadaran yang lebih tinggi.

"Mungkin perlu ada pelatihan di mana kita memberikan feedback dan mengatakan 'lihat kamu mengenali wajah itu walaupun kau tidak menyadarinya,"' kata Duchaine.

Kini Zaira Cattaneo di University of Millano-Bicocca di Italia dan rekannya mengidentifikasi area otak spesifik yang memungkinkan kita mengenali wajah rekan-rekan kita. Tim memakai stimulasi magnetik transcranial untuk menghambat dua aspek vital dari pemrosesan wajah pada orang dengan prosopagnosia. Tim menargetkan bagian prefrontal korteks sebelah kiri untuk mengeblok kemampuan membedakan fitur wajah seperti hidung dan mata serta bagian prefrontal cortex kanan untuk mengeblok kemampuan membedakan lokasi fitur tersebut satu sama lain.

Kini tim berupaya untuk mengaktivasi area otak tersebut di atas. "Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan mengingat wajah dengan secara langsung mengatur kemampuan menanggapi rangsangan bagian prefrontal cortex," urai Cattaneo.

Apakah Heather menginginkan kesembuhan haruskah sesuatu ditemukan? "Saya tak bisa membayangkan apa yang kau lihat saat melihat wajah dan itu menakutkan," katanya. "Saya bergerak maju mundur dalam upaya saya. Saya telah melakukan banyak cara untuk menemukan bagimana cara memetakan dunia saya. Saya butuh untuk menuliskan ulang semuanya. Namun, itu akan mengagumkan," urai Heather.

 

Catatan

National Institute of Heakth (NIH) mendeskripsikan bahwa prosopagnosia adalah kelainan saraf di mana individu tak mampu mengenali wajah. Tingkatan prosopagnosia beragam, ada yang hanya tak bisa membedakan wajah yang tak dikenal hingga ada yang tak mampu membedakan wajah dengan obyek lain. Prosopagnosia tak terkait dengan hilang ingatan , ketidakmampuan belajar dan melihat. Prosopagnosia bisa disebabkan oleh trauma, stroke, maupun penyakit degenerasi saraf.

Dalam wawancara dengan majalah Esquire edisi Juni/Juli 2013, Brad Pitt meyakini bahwa dirinya mengalami prosopagnosia. Ia akan mencoba melakukan tes untuk mengetahui apakah dirinya memang mengalaminya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.