Malaysia Mungkin Akan Pinjamkan Badak Sumatera ke Indonesia

Kompas.com - 02/05/2013, 21:00 WIB
Editoryunan

KOMPAS.com — Dalam pertemuan tingkat tinggi yang membahas konservasi badak di Singapura pada Maret 2013 diusulkan saran yang tidak biasa, yaitu akan ada peminjaman badak dari Malaysia ke Indonesia.

Ironis bagi Indonesia, badak yang dipinjamkan adalah badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Populasi terbesar dan habitat untuk berkembang biak spesies ini seharusnya berada di Sumatera. Namun, rusaknya hutan dan rentetan aktivitas yang tidak berkelanjutan oleh manusia membuat populasi mereka di ujung kepunahan.

Meski demikian, usulan ini masih dalam tahap proses pengajuan proposal. Jika memang disetujui, beberapa badak sumatera milik Malaysia akan dipinjamkan ke fasilitas penangkaran di Tanah Air.

Laurentius Ambu, dari Sabah Wildlife Department, menyatakan bahwa proposal itu akan diajukannya pada Pemerintah Malaysia. Ditambah masukan dari pakar badak mengenai rekomendasi terbaik untuk usaha konservasi spesies ini.

"Bila rekomendasinya meminjamkan badak antarnegara, maka biarlah. Ini adalah usaha terakhir kita untuk menyelamatkan spesies tersebut," ujar Ambu seperti dilansir dari Mongabay, Selasa (30/4/2013).

Novianto Bambang Wawandono, Direktur Konservasi Sumber Daya Hayati dari Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan, menyatakan, Indonesia akan berkolaborasi dengan Malaysia untuk meraih tujuan yang sama.

Populasi badak sumatera menyusut dengan cepat tiap tahunnya. Saat ini, jumlahnya diprediksi kurang dari 100 individu yang tersebar di hutan Sumatera dan Kalimantan. Selain kehilangan habitat akibat deforestasi dan perkebunan, spesies ini juga sulit menemukan pasangan.

Oleh sebab itu, beberapa pegiat lingkungan setuju dengan konsep menggabungkan badak yang ada di lokasi perlindungan. Hal ini juga disertai bantuan untuk berkembang biak oleh manusia. Dikatakan John Payne, Direktur Eksekutif dari Borneo Rhino Alliance (BORA), kebun binatang ikut berperan dalam proses ini, di mana akan digunakan induk badak pengganti yang akan ditanami embrio badak sumatera. Induk pengganti ini tidak harus dari spesies badak yang sama. "Kita tidak hanya bergantung pada perkembangbiakan alami karena akan terlalu lambat untuk menghentikan target menuju (perburuan) nol badak," ujar Payne. (Zika Zakiya/National Geographic Indonesia)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X