Kompas.com - 02/05/2013, 10:30 WIB
|
Editoryunan

KOMPAS.com — Ilmuwan menemukan spesies baru kera purba yang kemudian dinamai Pierolapithecus catalaunicus. Spesies dan genus baru itu dideskripsikan lewat analisis fosil yang ditemukan di Spanyol pada tahun 2002.

Spesies kera purba tersebut hidup sekitar 11,9 juta tahun lalu. Tentu saja, spesies itu telah punah saat ini. Namun, analisis fosil mengungkap, spesies itu bisa membantu ilmuwan memecahkan teka-teki kera besar modern, termasuk simpanse dan manusia.

Ashley Hammond, Life Science Fellow di MU Department of Pathology and Anatomical Science, mempelajari tulang panggul spesies tersebut. Ia membuat citra tiga dimensi dari tulang panggul P. catalaunicus dan membandingkan dengan bagian tubuh yang sama pada kera besar modern.

Hammond, seperti dikutip Phys.org, Rabu (1/5/2013), mengungkapkan, bagian panggul dari spesies P. catalaunicus lebih besar daripada Proconsul nyanzae, kera primitif lain yang hidup 18 juta tahun lalu.

Panggul yang lebih besar, menurut ilmuwan, mencerminkan adanya keseimbangan dan stabilitas untuk bergerak dengan organ gerak bagian depan. Ini berbeda dengan kera primitif yang hidup jutaan tahun sebelumnya.

Riset juga mengungkap bahwa jari P. catalaunicus tidak seperti jari pada kera besar modern dan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa kera besar modern mungkin punya proses evolusi berbeda dari yang diduga ilmuwan sebelumnya.

"Pierolapithecus catalaunicus sepertinya juga punya perilaku seperti pemanjatan vertikal, tetapi tidak seperti perilaku bergelantung seperti yang kita lihat pada kera besar saat ini," ungkap Hammond.

"Saat ini, simpanse, orangutan, bonobo, dan gorila punya perilaku gerak dengan penggunaan alat gerak depan untuk bergelantung di ranting pohon. Tapi, P. catalaunicus tak punya jari yang panjang dan lengkung untuk mendukungnya. Jadi, perilaku itu berevolusi pada masa kemudian," jelasnya.

Ilmuwan mengatakan, P. catalaunicus mungkin adalah spesies moyang dari kera besar modern, termasuk manusia. Hasil penelitian ini akan segera dipublikasikan di Journal of Human Evolution.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Kita
Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

Oh Begitu
Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

Oh Begitu
Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

Oh Begitu
Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

Kita
Suhu Terasa Dingin, Apakah Sudah Masuk Musim Kemarau?

Suhu Terasa Dingin, Apakah Sudah Masuk Musim Kemarau?

Fenomena
3 Jenis Kelainan Jantung yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

3 Jenis Kelainan Jantung yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

Oh Begitu
Pengertian Satelit dan Jenis-jenisnya

Pengertian Satelit dan Jenis-jenisnya

Oh Begitu
Spesies Baru Kantong Semar, Cari Mangsa dengan Cara yang Tak Biasa

Spesies Baru Kantong Semar, Cari Mangsa dengan Cara yang Tak Biasa

Oh Begitu
Mengapa Berang-berang Laut Berpegangan Tangan Saat Tidur?

Mengapa Berang-berang Laut Berpegangan Tangan Saat Tidur?

Oh Begitu
Badai Matahari Mengejutkan dengan Potensi Gangguan Telah Menghantam Bumi

Badai Matahari Mengejutkan dengan Potensi Gangguan Telah Menghantam Bumi

Fenomena
Proses Pembentukan Mineral

Proses Pembentukan Mineral

Oh Begitu
Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Pfizer-BioNTech Uji Coba Vaksin Covid-19 Generasi Baru, seperti Apa?

Pfizer-BioNTech Uji Coba Vaksin Covid-19 Generasi Baru, seperti Apa?

Oh Begitu
Fosil Tengkorak Manusia Purba Berusia 3,4 Juta Tahun Ditemukan di Goa Afrika Selatan

Fosil Tengkorak Manusia Purba Berusia 3,4 Juta Tahun Ditemukan di Goa Afrika Selatan

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.