Kompas.com - 14/03/2013, 08:59 WIB
|
Editoryunan

Teks itu ditulis oleh seseorang bernama St. Cycril dari Yerusalem. Menurut van den Broek, Cycril tak benar-benar memiliki gelar Santo. Cycril dalam awal teks juga mengatakan bahwa dirinya menemukan buku terkait hidup dan mati Kristus. Namun, buku itu mungkin tak benar-benar ada.

Van den Broek mengungkapkan, di Mesir, Alkitab telah dikanonisasi pada abad keempat atau kelima Masehi. Namun, cerita simpang siur dan tidak benar tentang hidup dan mati Kristus tetap populer di kalangan pemeluk Kristen dan biarawan.

Van den Broek pun mengatakan bahwa penulis teks ini belum tentu juga percaya pada apa yang ditulisnya. "Orang pada masa itu walaupun berpendidikan, tapi tak memiliki sikap kritis pada sejarah. Keajaiban dipercaya dan mengapa cerita lalu harus benar?" katanya.

Teks ini pertama kali berada di Biara St. Michael di Mesir. Teks tersebut dikatakan merupakan hadiah dari Bapa Paulus, seorang biarawan. Teks sempat hilang ketika biara berhenti beroperasi pada abad 10, tetapi ditemukan kembali tahun 1910. Kini, teks dipamerkan di Morgan Library and Museum di New York.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.