Kompas.com - 24/02/2013, 11:51 WIB
|
Editoryunan

HENAN, KOMPAS.com – Baru-baru ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Junchang Lu dari Chinese Academy of Geological Sciences berhasil menemukan fosil dinosaurus yang dipercaya merupakan dinosaurus terkecil yang pernah ditemukan.

Fosil yang ditemukan merupakan bayi dari spesies dinosaurus yang diberi nama Yulong mini. Fosil tersebut ditemukan di Provinsi Henan, China. Peneliti mengatakan, ukuran bayi dinosaurus tersebut cuma sebesar ayam.

Temuan fosil ini dipublikasikan di jurnal terbitan Jerman, Naturwissenschaften. Meski mudanya cuma berukuran sebesar ayam, spesies Yulong mini dewasa bisa mencapai ukuran raksasa, hingga 7,9 meter.

Yulong mini
masuk dalam kategori dinosaurus yang tak bisa terbang. Spesies ini tergolong dalam kelompok 'pemakan telur’ atau oviraptor.  

“Penampakan Yulong mirip dengan ayam berekor. Perilakunya pun diduga mirip dengan pola hidup burung,” Ujar Lu seperti dikutip Discovery News, Jumat kemarin (22/02/2013).

“Merujuk pada jenis dinosaurus pemakan telur primitif, seperti Caudipteryx, sepertinya Yulong juga memiliki bulu. Namun karena kondisi pengawetan yang buruk, kami tidak berhasil menemukan bukti tentang bulu tersebut,” tambahnya.

Fakta lain yang terungkap dari temuan ini adalah pola pengasuhan dinosaurus tersebut. Dinosaurus dewasa sejenis ditemukan tak jauh dari bayi Yulong mini. Namun karena tak sekerabat, peneliti berpendapat bahwa spesies ini tak membutuhkan perawatan induk setelah lahir.

Dalam biologi, kemampuan semacam ini ditemukan pada spesies burung yang tergolong spesies prekosial, yaitu spesies burung yang mampu ‘mandiri’ sesaat setelah menetas. Beberapa contohnya antara lain ayam dan itik.

Temuan bayi Yulong mini menantang teori tentang oviraptor. Dipercaya sebelumnya, semua oviraptor adalah karnivora. Tapi, penelitian ini menunjukkan hal sebaliknya.

Menurut peneliti, karakteristik pada alat gerak bagian belakang menunjukkan bahwa Yulong mini cenderung herbivora.

Meski Yulong mini tampak seperti burung dan berperilaku seperti burung, peneliti mengatakan bahwa spesies ini bukan burung maupun mpoyang burung. "Mereka tidak mungkin moyang dari burung modern," tegas Lu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.