Kompas.com - 20/11/2012, 16:13 WIB
|
Editoryunan

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah merek pakaian ternama mengandung bahan kimia berbahaya bagi lingkungan. Hal ini terungkap dalam laporan investigasi terbaru Greenpeace bertajuk "Benang Beracun - Merek Fashion Ternama Terjahit Dengannya".

Investigasi Greenpeace dilakukan dengan mengambil sampel produk pakaian ternama yang beredar di 27 negara, termasuk Indonesia. Sejumlah 141 produk pakaian dikoleksi dari toko-toko resmi penjual produk tersebut selama bulan April 2012 dan diteliti di laboratorium Greenpeace di Inggris.

Hasil investigasi terbaru menemukan bahwa 20 pakaian merek ternama mengandung bahan beracun yang bisa mengganggu hormon dan menyebabkan kanker. Dari 141 produk, 89 diantaranya mengandung bahan beracun. Salah satu merek yang mengandung bahan beracun adalah Zara.

"Beberapa produk Zara yang diuji, hasilnya positif mengandung zat yang akan terurai membentuk bahan kimia penyebab kanker atau gangguan hormon," kata Martin Hijsik, Koordinator Kampanye Detox Greenpeace International.

Dari penelitian Greenpeace, salah satu produk Zara mengandung NPEs (Etoksilat polifenol) dengan konsentrasi tertinggi, mencapai 1000 ppm. Sementara, dua produk Zara lainnya memiliki kandungan pewarna azo.

Hilda Meutia, Koordinator Water Patrol Greenpeace Indonesia menjelaskan, NPEs adalah senyawa surfaktan yang pada hewan dan manusia dapat menggangu hormon. Pewarna azo akan melepaskan amines yang bisa menyebabkan kanker.

"Gangguan hormon dan kanker tidak muncul segera tetapi dalam jangka panjang. Bahan dapat masuk lewat rantai makanan," kata Hilda dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/11/2012). Bahan bisa masuk ke lingkungan saat pembuangan limbah ataupun saat produk dicuci.

Selain Zara, produk lain yang juga mengandung bahan beracun adalah Metersbonwe, Levi's, C & A, Mango, Calvin Klein, Jack & Jones dan Marks & Spencer. NPEs dan pewarna azo juga ada dalam produk itu, ditambah phthalates, senyawa untuk fleksibilitas dan keawetan yang bersifat karsinogenik.

Produk dari C & A, Levi's, Marks & Spencer, Mango, Jack & Jones dan Metersbonwe adalah yang mengadung konsentrasi NPEs tertinggi. Sementara, phthalates dijumpai pada produk Tommy Hilfiger, Armani dan Victoria's Secret.

Berdasarkan laporan itu, Ahmad Ashov, Jurukampanye Air Bebas Racun Greenpeace Indonesia mengatakan, "Greenpeace menuntut merek fashion untuk berkomitmen terhadap nol pembuangan terhadap bahan kimia berbahaya pada tahun 2020."

Ia menambahkan, Greenpeace juga menuntun para pemasok produk untuk mengungkapkan semua bahan kimia beracun yang dilepaskan dari fasilitas yang dimiliki kepada masyarakat di lokasi pencemaran air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.