Kompas.com - 28/09/2012, 18:15 WIB
Editoryunan

JEMBER, KOMPAS.com - Pakar ilmu tanah dari Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, DR Ir Suyono MSc, menilai bahwa uji penanaman produk rekayasa genetik (transgenik) di Indonesia dapat merusak lingkungan hidup.

"Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan transgenik itu karena mengabaikan faktor lingkungan dan kesuburan tanah dapat berkurang," tuturnya di Jember, Jumat (28/9/2012).

Dosen jurusan ilmu tanah Fakultas Pertanian Unej itu mengatakan, beberapa negara di Afrika dan India menolak menerapkan transgenik karena khawatir lingkungan hidup negara setempat tercemar, serta dinilai hasil produk transgenik dinilai gagal.

"Indonesia perlu belajar banyak dari kasus Monsanto di Kanada, yakni Monsanto dituntut miliaran dolar Amerika Serikat karena tanah di sana tercemar akibat tanaman transgenik," ungkap penemu kedelai unggul varietas Baluran dan Merubetiri itu.

Ia menegaskan, Pemerintah RI seharusnya tidak hanya berpikir dari sisi bisnis, namun perlu lebih memperhatikan pula dampak lingkungan hidup atas kebijakan transgenik tersebut.

"Kasus transgenik kapas telah merugikan petani kapas karena dalam transgenik kapas mengandung residu yang dapat menghancurkan jasad mikro di dalam tanah, sehingga kesuburan tanah dapat berkurang," ujarnya.

Ia mengemukakan, tanaman rekayasa pada umumnya tahan herbisida yang dapat merusak diversifikasi tanaman, sekaligus mengikis keanekaragaman pertanian sepanjang masa dan gen itu bisa melahirkan spesies baru dan menghadirkan gulma super.

"Dampak jangka panjang adalah sumber daya lahan yang dapat menyebabkan ketergantungan pupuk kimia dan kesuburan tanah dapat terganggu akibat matinya jasad mikro," katanya.

Suyono mengatakan, mempertahankan kesuburan tanah cukup penting untuk kebutuhan jangka panjang, sehingga penggunaan pupuk organik perlu ditambah karena ketergantungan pupuk kimia dapat mengurangi kesuburan tanah.

Ia mengemukakan hal ini berkaitan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Suswono, yang menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 61 Tahun 2011 tentang Pengujian, Penilaian, Pelepasan, dan Penarikan Varietas, dan semangat Permentan tersebut untuk mempercepat pengujian tanaman transgenik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Oh Begitu
Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.