Kompas.com - 25/09/2012, 18:47 WIB
|
Editoryunan

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan inovasi remaja dipamerkan di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Salah satu kesan yang bisa ditangkap dari ragam inovasi yang ditampilkan adalah bahwa inovasi berasal dari masalah keseharian.

Salah satu yang bisa menjadi cerminan adalah inovasi "Sepatu Anti Kekerasan Seksual" yang dibuat oleh Hibrar Syahrul Gafur dari SMPN 1 Bogor. Sepatu dilengkapi dengan sistem listrik mirip dengan alat pembunuh nyamuk untuk memberi efek kejut pada pelaku yang hendak melakukan tindakan kekerasan seksual.

"Tegangan listrik yang dipakai di alat 2000 Volt," kata Hibrar. Teganag tersebut, kata Hibrar, sudah cukup dapat memberi efek kejut yang cukup. Bagian depan sepatu dilengkapi saklar yang dengan mudah ditekan untuk menyalakan alat.

Inovasi lain adalag "Egg Bag". Seperti namanya, tas berguna untuk membawa telur. tas dibuat dengan latar belakang risiko pecah saat berbelanja telur. Tas didesan berbentuk bulat telur dengan lubang-lubang di dalamnya untuk menempatakan telur.

Egg Bag diciptakan oleh Arina Shofiyanes Afidah, Arinda Putri Cahyaningsih dan Intan Dewi Setyarini dari SMA Negeri 6 Yogyakarta. Siswa lain dari sekolah yang sama memodifikasi tas sehingga memiliki tali untuk membantu berpegangan saat bus penuh. TAN 45 (Tas Anti Newton 1) dilengkapi tali yang bisa dikaitkan di pegangan bus.

Sementara, siswa MAN 2 Kudus, Himmatus Surroyya R dan Kana Dau S, membuat Jas Hujan Multifungsi.  Jas yang didesain dapat berfungsi sebagai jas hujan, penutup sepeda motor dan tenda untuk berkemah. Satu alat punya 3 fungsi.

"Ini berguna untuk mendukung kegiatan touring dan camping. Kalau membawa tiga alat berbeda, berat dan repot. Di sini cukup membawa satu alat," Kana. Ia mengatakan, untuk mengubah jas hujan menjadi tenda, alat penyangga sudah disiapkan dan bisa disiapkan dengan mudah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ragam inovasi yang dipamerkan setidaknya menunjukkan bahwa remaja mampu menangkap masalah keseharian dan berupaya untuk menyelesaikannya. Kepala LIPI, Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa minat remaja untuk meneliti dan berinovasi perlu ditingkatkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X