Kompas.com - 10/07/2012, 15:20 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

ILLINOIS, KOMPAS.com — Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) mengumumkan penemuan partikel boson yang konsisten dengan Higgs Boson atau Partikel Tuhan. Temuan ini menimbulkan higgsteria baik di kalangan ilmuwan ataupun publik.

Namun, temuan tersebut masih perlu dikonfirmasi. Analisis perlu dilakukan untuk mengetahui apakah boson yang ditemukan memang Higgs Boson. Jadi, masih ada kemungkinan bahwa partikel tersebut bukanlah si Partikel Tuhan yang diharapkan.

Ian Low dari High Energy Physics Division, Argonne National Laboratory di Illinois serta rekannya Joseph Lykken dari Laboratorium Akselerator Nasional Fermi yang juga menyelidiki Higgs Boson menguraikan analisis lain dari data yang ditemukan CERN dalam paper yang dipublikasikan di arXiv.

Seperti diberitakan Technology Review, Senin (9/7/2012), dalam paper berjudul "Have We Observe the Higgs (Imposter)?", Low mengungkapkan bahwa partikel temuan CERN juga konsisten dengan dua partikel lain yang bukan Higgs Boson.

Sebelumnya, eksistensi Higgs Boson secara teoritis diungkapkan oleh fisikawan Inggris, Peter Higgs, pada tahun 1964. Dikatakan bahwa partikel yang hilang dalam Model Standar Fisika Partikel tersebut merupakan partikel yang berat dan hanya eksis dalam waktu sekejap sebelum terurai menjadi partikel lain.

Pencarian Higgs Boson selama ini tidak dilakukan dengan melihat langsung partikel itu, tetapi dengan mencari jejaknya, misalnya partikel proton atau partikel W Boson. Sementara itu, pencarian jejak tak mudah. Jejak dari Higgs Boson tak selalu unik.

Berdasarkan hal tersebut, bisa disusun beberapa hipotesis tentang apa sebenarnya partikel yang ditemukan CERN. Hipotesis pertama, yang diklaim CERN 99,9999 persen mungkin terjadi, adalah bahwa partikel yang ditemukan memang Higgs Boson.

Namun, hipotesis lain menurut Ian Low adalah bahwa partikel yang ditemukan merupakan partikel doublet atau triplet penyamar Higgs Boson, tampak serupa tapi tak sama. Hipotesis ketiga adalah, partikel yang ditemukan mungkin campuran antara Higgs Boson dan partikel lain. Diketahui, partikel bisa eksis dalam campuran.

Low mengatakan bahwa kemungkinan bahwa partikel yang ditemukan merupakan penyamar doublet atau triplet juga cukup besar. Namun, diakuinya, hipotesis bahwa partikel yang ditemukan memang Higgs Boson adalah yang terbaik.

Pesan dalam paper Low ialah, saat ini ilmuwan dan publik belum bisa menyatakan bahwa Higgs Boson sudah ditemukan. Data yang diperoleh saat ini belum cukup kuat untuk mendukung pernyataan tersebut. CERN masih perlu melakukan proses identifikasi partikel yang ditemukan.

"Ini baru permulaan dari program menantang untuk mengidentifikasi Higgs," kata Low dan rekan dalam papernya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

    Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

    Fenomena
    Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

    Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

    Oh Begitu
    Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

    Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

    Fenomena
    Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

    Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

    Fenomena
    Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

    Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

    Oh Begitu
    Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

    Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

    Oh Begitu
    Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

    Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

    Fenomena
    Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

    Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

    Oh Begitu
    Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

    Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

    Oh Begitu
    Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

    Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

    Fenomena
    2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

    2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

    Oh Begitu
    Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

    Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

    Fenomena
    Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

    Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

    Oh Begitu
    Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

    Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

    Oh Begitu
    Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

    Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

    Oh Begitu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.