Kondisi Buruk Hutan Gunung Slamet Ancam Monyet Daun

Kompas.com - 25/06/2012, 20:38 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi buruk hutan Gunung Slamet Jawa Tengah, telah mengancam habitat monyet daun/rekrekan (Presbytis fredericae).

Primata endemik pemakan daun itu,kehilangan luasan habitat yang memungkinkan untuk hidup.

Di pulau Jawa, tempat hidup primata ini kian terbatas pada daerah hutan yang terisolasi seperti Gunung Slamet, Gunung Cupu-Simembut, Gunung Dieng, dan Gunung Lawu.

Siaran pers yang dilansir Humas Universitas Gadjah Mada Senin (25/6/2012) menyebutkan, habitat yang digunakan rekrekan di Gunung Slamet seluas 33.230 hektar dan yang tidak digunakan seluas 24.737 hektar.

Terbatasnya luas hutan pegunungan, perkembangan pembangunan yang meningkat di bidang pemukiman, perkebunan dan pertanian di Pulau Jawa. maka habitat Rekrekan telah mempersempit gerak rekrekan.  

Di Gunung Slamet, rekrekan paling banyak ditemukan di daerah tingkat lereng yang curam. Kemiringan dapat membantu rekrekan terhindar dari predator, dan dapat memiliki pandangan yang lebih luas.

Saat ini rekrekan banyak ditemukan hidup yang tidak ideal yaitu di ketinggian habitat diatas 600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Ketinggian 1.100-1.300 mdpl merupakan ketinggian tempat  rekrekan paling ideal , karena pada ketinggian itu ditemukan pakan yang bervariasi," kata Abdi Fitria SHut MP, dalam ujian promosi doktor di Fakultas Kehutanan, Sabtu lalu.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X