Kompas.com - 30/04/2012, 09:33 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BLORA, KOMPAS.com - Balai Arkeologi Yogyakarta merekomendasikan situs Goa Kidang di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi museum dan laboratorium alam. Hal itu menyusul temuan dua kerangka manusia prasejarah di goa pegunungan karst tersebut.

Satu kerangka masih utuh ditemukan dalam posisi meringkuk seperti bayi di dalam rahim. Adapun yang satunya berupa kerangka kaki.

Keduanya termasuk jenis Homo sapiens yang umur fosilnya 16.000-20.000 tahun lalu. Mereka hidup pada akhir zaman Plestosen hingga awal Holosen.

Ketua Tim Pola Okupasi Goa Kidang Balar Yogyakarta Indah Asikin Nurani, Senin (30/4/2012), mengatakan, temuan itu membuktikan kalau goa karst dipergunakan sebagai hunian manusia prasejarah. Di goa itu ditemukan pula cangkang kerang, baik berupa peralatan maupun sampah.

Goa Kidang sendiri berbentuk ceruk. Ceruk terjadi dari proses alam, yaitu hancurnya salah satu bagian dinding karst yang merupakan penyimpan air pegunungan karst.

"Terdapat dua Goa Kidang. Kami menamakan Goa Kidang A dan AA. Keduanya sangat luas dan berada di bentang alam yang indah," kata Indah.

Untuk itu, Indah menambahkan, lokasi itu sangat bagus jika dijadikan museum dan laboratorium alam. Para peneliti bisa meneliti di sana dan masyarakat umum dapat berkunjung sembari berimajinasi tentang kehidupan manusia ribuan tahun lalu.

"Tentu saja harus ditindaklanjuti dengan penataan lokasi goa dan penambahan sarana dan prasarana seperti diorama manusia prasejarah dan aktivitasnya," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.