JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar herpetologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mumpuni mengungkapkan, bulus raksasa seberat 140 kg yang ditemukan di Sungai Ciliwung, di wilayah Tanjung Barat, adalah Chitra chitra javanensis. Spesies bulus ini dilindungi menurut PP7/1999 dan masuk dalam kategori "Terancam Punah" dalam Red List International Union for Conservation of Nature (IUCN).
"Karena termasuk hewan langka, sebaiknya dikembalikan ke habitatnya saja. Kalau tidak memungkinkan, bisa diserahkan ke kebun binatang untuk dimonitor perkembangannya," jelas Mumpuni kepada KOMPAS.com, Selasa (15/11/2011).
Mumpuni menuturkan, bulus yang sama juga pernah ditemukan di Sungai Bengawan Solo, di wilayah Bojonegoro dan Situbondo. Pada 1980-an, bulus tersebut juga pernah ditemukan di kawasan Radio Dalam dan Tanjung Priuk.
Namun demikian, hingga sejauh ini belum ada penelitian khusus tentang populasi Chitra chitra javanensis di Sungai Ciliwung. Penelitian umum tentang ciri dan perilakunya juga belum banyak dilakukan.
Kepala Puslit Biologi LIPI, Siti Nuramaliati Prijono, mengatakan bahwa 92% ikan, 66,7% mollusca dan 66,7% udang, dan kepiting di Ciliwung telah punah. Untuk itu, perhatian pada bulus raksasa Chitra chitra javanensis perlu diberikan sehingga tidak menjadi menjadi satwa berikutnya yang punah dari Ciliwung. Masyarakat pun diharapkan sadar untuk tidak mengeksploitasi satwa ini.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!