Jangkrik Jantan Jadi "Bodyguard" Setelah Kawin

Kompas.com - 17/10/2011, 17:29 WIB
|
EditorTri Wahono

KOMPAS.com - Para biolog sebelumnya percaya bahwa jangkrik jantan menyerupai pacar posesif yang selalu menguntit pasangannya. Jangkrik jantan mengikuti sang betina yang baru dikawininya untuk memastikan tak ada jangkrik jantan lain yang mengawini serta mencegah penumpahan kembali sperma yang telah didepositkan.

Namun, studi terkini menunjukkan bahwa jangkrik ternyata menjadi bodyguard setelah kawin. Studi terkini di alam liar membuktikan bahwa jangkrik jantan memang menguntit, namun dengan alasan mencegah sang betina dimakan oleh predator.

Untuk mengetahui hal itu, sejak 3 tahun lalu, ilmuwan dari University of Exeter di Inggris memonitor kelompok jangkrik dengan kamera inframerah. Studi dilakukan di liang-liang kecil di tanah, tempat dimana jangkrik menghabiskan sebagian besar hidupnya.

Ilmuwan menemukan fakta bahwa ketika ada bahaya datang, jangkrik jantan akan terlebih dahulu memastikan jangkrik betina yang dikawini ada dalam tempat yang aman. Hasilnya, betina yang dikawini punya peluang bertahan hidup 6 kali lebih besar dari betina yang perawan.

Pejantan yang berperan menjadi bodyguard memang punya peluang mati termakan 4 kali lebih besar karena bertarung. Namun, heroisme mereka terbayar. Dari hasil analisa DNA diketahui bahwa pejantan ksatria itu memiliki keturunan lebih banyak dan kawin lebih sering.

"Kita tahu sangat sedikit tentang serangga di alam liar," kata Tom Tregenza, ilmuwan yang melakukan penelitian ini, seperti dikutip New York Times, pekan lalu.

Ia mengatakan perlunya banyak penelitian dan berencana untuk melanjutkan studi tentang relasi "mental" ksatria pada jantan dengan jumlah betina yang bisa dikawini. Hasil studi Tregenza dipublikasikan di jurnal Current Biology.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X