Tajikistan Tentang Shakespeare

Kompas.com - 06/06/2011, 20:10 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Presiden Tajikistan Emomali Rahmon buka kartu. Ia mengaku mengganti nama belakangnya "Rahmon" dari nama lama "Rahmonov". "Nama sekarang untuk membuang ikatan Uni Soviet," katanya.

Tajikistan tadinya memang menjadi salah satu negara bagian Uni Soviet. Negeri ini kini berpenduduk tujuh juta orang. Saat masih menjadi bagian Uni Soviet, Tajikistan adalah negara bagian termiskin.

Penduduk Tajikistan berbahasa Persia. Pasalnya, sebagaimana warta AP dan AFP pada Senin (6/6/2011), negara ini memang terletak di Asia Tengah. Sampai sekarang, perekonomian Tajikistan masih amat tergantung dari Rusia.

Entah dari mana asalnya, warga Tajikistan sekarang gemar menggunakan nama-nama seram untuk anak-anak mereka. Bahkan, bertentangan dengan sastrawan William Shakespeare yang terkesan menyepelekan arti sebuah nama, warga Tajikistan justru beranggapan kalau nama memainkan peranan penting dalam menentukan takdir seseorang.

Maka dari itu, Rahmon pun menyarankan agar para orangtua membaca kisah epik kuno Persia, Shahnameh atau Buku Para Raja karangan Ferdowsi. Dalam kisah itu, lanjut Rahmon, banyak nama yang bisa digunakan para orangtua Tajikistan. "Banyak nama indah dan bagus dalam buku Shahnameh atau karya-karya klasik Tajikistan," kata Rahmon.

Kenyataannya, warga Tajikistan justru memilih nama-nama seperti "Gurgakov" yang berarti "Serigala". "Ada yang memberi nama 'Janjoliyev' yang berarti 'Konflik'," imbuh Rahmon, ayah sembilan anak itu.

Rahmon memang sampai sekarang mengaku terkejut tatkala mendengar nama-nama seram. "Bagaimana mungkin seseorang memberikan nama seekor serigala untuk anak-anak mereka?" tambah Emomali Rahmon, terkesan tak habis pikir. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.