KPAI: Penataan Materi Harus Komprehensif

Kompas.com - 29/07/2010, 17:58 WIB
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan dukungannya terhadap penataan materi televisi seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia mengenai haram tidaknya infotainment.

Namun, menurut KPAI, penataan harus dilakukan secara komprehensif dengan tidak hanya mengelompokkan materi faktual atau nonfaktual dan materi infotainment atau non ifotainment.

"Yang terpenting justru materi pada semua tayangan dengan nama apapun, walau faktual kalau berisi kekerasan harus dilarang. Sebaliknya walaupun nonfaktual kalau memberi hiburan segar dan memberi inspirasi masyarakat perlu didukung," kata Ketua KPAI Hadi Supeno, Kamis (29/7/2010).

Demikian pula untuk materi infotainmen. Menurut Hadi, tayangan infotainment tidak perlu dilarang jika berisikan kegiatan kreatif para seniman dalam berprestasi. Sebaliknya, meskipun namanya bukan infotainment, jika berisi muatan pornografi atau materi judi, harus dilarang.

"KPAI memandang yang perlu dilarang denga tegas dan sanksi yang pasti adalah tayangan televisi yang memuat pornografi dalam segala bentuknya, perjudian, penghinaan agama, SARA, kekerasan, klenik, penipuan, fitnah, dan iklan rokok," kata Hadi.

Kesemua materi televisi yang patut dilarang tersebut, menurut Hadi, tidak memberikan sumbangan apapun bagi perkembangan anak. "Tetapi malahan mendestruksi kelangsung hidup dan tumbuh kembang anak," imbuhnya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X