Salin Artikel

Anjing di Hong Kong Terinfeksi Virus Corona Lemah, Begini Analisisnya

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, hingga saat ini tak ada bukti yang menyatakan bahwa hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing dapat terinfeksi virus corona, apalagi menyebarkannya ke manusia.

Namun, belum lama ini seekor anjing di Hong Kong dikonfirmasi terinfeksi virus corona.

Pejabat pemerintah setempat mengingatkan, hingga saat ini tak ada bukti bahwa hewan peliharaan dapat tertular virus dari manusia atau menularkannya ke manusia.

Dilansir IFL Science, Senin (2/3/2020), juru bicara dari Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong (AFCD) mengatakan bahwa anjing yang positif terinfeksi Covid-19 (meski lemah) saat ini diisolasi setelah hasil sampel dari mulut, hidung, dan dubur menunjukkan sedikit positif corona.

Anjing tersebut tidak menunjukkan gejala apapun. Selain itu, tidak jelas apakah anjing itu benar-benar terinfeksi atau hanya terkena virus dibagian permukaan yang terkontaminasi.

"Saat ini, AFCD tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat terinfeksi virus Covid-19 atau dapat menjadi sumber infeksi bagi manusia,” bunyi pernyataan itu.

"Departemen akan melakukan pemantauan ketat terhadap anjing tersebut dan mengumpulkan sampel untuk pengujian lebih lanjut agar dapat memastikan apakah anjing tersebut benar-benar terinfeksi virus atau ini adalah akibat dari kontaminasi lingkungan," imbuhnya.

Sebagai tindakan pencegahan, AFCD akan mengkarantina anjing tersebut di bawah pengawasan dokter hewan sampai ada informasi lebih lanjut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkonfirmasi kasus tersebut pada hari Jumat selama konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa.

"Kami bekerja dengan mereka untuk memahami hasilnya, untuk memahami apa pengujian lebih lanjut yang mereka lakukan dan untuk memahami bagaimana mereka akan merawat hewan-hewan ini," Dr. Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis program darurat WHO dalam jumpa pers.

Penting untuk dicatat, meski virus corona pada awalnya ditularkan dari hewan ke manusia, kasus anjing terinfeksi Covid-19 bukan berarti jadi bukti bahwa virus corona mungkin ditularkan dari hewan peliharaan ke manusia.

"Tidak ada bukti bahwa Novel coronavirus (Covid-19) dari manusia dapat menginfeksi anjing," ujar Jonathan Ball, profesor virologi molekuler dari Universitas Nottingham.

"Kita harus membedakan antara infeksi nyata dan hanya mendeteksi keberadaan virus. Keduanya sangat berbeda. Fakta bahwa hasil tes itu positif lemah kemungkinan ini disebabkan oleh lingkungan yang tercemar atau karena virus corona dari manusia yang kebetulan berada di sampel anjing," jelasnya.

Para ahli mengingatkan semua orang untuk menjaga kebersihan hewan peliharaan di rumah.

WHO menyatakan bahwa tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan dapat terinfeksi virus, tetapi Anda harus selalu mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan hewan peliharaan.

Bagaimanapun, cuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan hewan peliharaan dapat  melindungi diri terhadap bakteri E. coli dan Salmonella, yang keduanya dapat berpindah dari hewan peliharaan ke hewan lain, termasuk manusia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan siapa saja yang terinfeksi Covid-19 untuk membatasi kontak dengan hewan peliharaan, termasuk membelai, meringkuk, dicium atau dijilat, dan berbagi makanan.

https://sains.kompas.com/read/2020/03/03/193200623/anjing-di-hong-kong-terinfeksi-virus-corona-lemah-begini-analisisnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.