Salin Artikel

Disebut Terinfeksi Covid-19, Indonesia Tolak Kapal World Dream Bersandar

KOMPAS.com - Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia dan beberapa negara lainnya masih menolak kapal World Dream untuk bersandar di pelabuhan.

"Iya, kita masih menolak (kapal World Dream) untuk berlabuh," kata Achmad Yurianto, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Penanganan Penyakit Kementerian Kesehatan, kepada Kompas.com, Senin (24/2/2020).

Selain Diamond Princess, kapal pesiar World Dream juga dilaporkan terjadi kasus penyebaran infeksi virus SARS-CoV-2.

Terdapat 1.104 orang penumpang ada di kapal tersebut, sekitar 270 orang di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI). Sebelumnya, kata Achmad, kapal pesiar ini telah menurunkan seluruh penumpang di Hong Kong dan menyisakan anak buah kapal (ABK) saja.

Setelah para penumpang turun dari kapal, otoritas Hong Kong langsung melakukan tes PCR secara menyeluruh kepada semua penumpang.

"Setelah beberapa hari tes, ada satu yang positif. Itu pada saat itu kapalnya sudah berlayar lagi ke Malaysia," ujarnya.

Berdasarkan hasil tes positif Covid-19 itu, diduga kuat ada potensi pasien terjangkit lainnya di kapal tersebut. Informasi ini juga yang membuat kapal tersebut ditolak bersandar oleh banyak negara.

"Semua negara menolak kapal ini bersandar. Posisi terakhir mau mendarat di wilayah Bintan. Tapi, Pemerintah Indonesia juga menolak," ujar dia, Jumat (21/2/2020).

Terdapat 118 ABK dari Indonesia yang berada di kapal tersebut. Meskipun 116 ABK telah mendapatkan hasil negatif Covid-19, dua orang lainnya masih dalam proses menunggu hasil.

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan respons yang akan dilakukan untuk menanggapi kasus ini.

"Rencana respons sudah dibuat detail, tapi keputusan masih tetap di Presiden (Jokowi). Kita sedang menunggu keputusan. Jika dikatakan iya, maka pasukan berangkat," tuturnya.

Sementara itu, opsi rencana yang akan dilakukan yaitu menjemput ABK Indonesia dengan kapal TNI Angkatan Laut dengan memindahkan ABK dari kapal ke kapal.

Namun, selain menunggu keputusan dari Presiden Indonesia, tindakan juga akan bisa dilakukan jika sudah ada keterangan dari otoritas Hong Kong dan kepastian identifikasi pasien positif atau negatif Covid-19.

Hasil identifikasi hingga saat ini disebut akan dilaporkan ke Indonesia pada 25 Februari 2020 mendatang.

Jika ABK jadi dijemput untuk pulang ke Indonesia, maka pemerintah juga akan menyiapkan tempat karantina dan observasi kepada mereka selama 14 hari.

"Mereka (ABK) masuk dalam kelompok orang-orang dalam pemantauan (ODP). Perlu diobservasi, agar aman bagi mereka dan juga orang-orang yang akan menerima mereka pulang," kata dia.

https://sains.kompas.com/read/2020/02/24/170300123/disebut-terinfeksi-covid-19-indonesia-tolak-kapal-world-dream-bersandar

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
5 Ras Kucing Paling Pintar di Dunia

5 Ras Kucing Paling Pintar di Dunia

Oh Begitu
Ada Kardiomegali dan Asam Lambung, Bagaimana agar Tidak Henti Jantung?

Ada Kardiomegali dan Asam Lambung, Bagaimana agar Tidak Henti Jantung?

Halo Prof!
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.