Salin Artikel

Ingin Berkonsultasi dengan Psikolog, Apa yang Harus Dipersiapkan?

KOMPAS.com - Banyak penipuan dan pembohongan publik yang terjadi di sekitar kita, termasuk psikolog gadungan yang berani memberikan terapi untuk orang lain.

Hal semacam ini mungkin membuat seseorang yang ingin datang ke psikolog berpikir dua kali.

Lantas, apa yang harus diketahui jika seseorang ingin pergi ke psikolog?

Menurut psikolog klinis Hastaning Sakti, seseorang yang ingin berkonsultasi dengan psikolog berlisensi bisa datang dengan kemauan dia sendiri.

"Satu dengan kemauan sendiri. Sebab kalau dia disuruh, bisa ada keterpaksaan," kata Hasta dihubungi Kompas.com, Minggu (16/2/2020).

Untuk diketahui, semua psikolog mendapat lisensi resmi dari Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) dan bagi psikolog klinis yang membuka praktik harus memiliki Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP).

Hasta yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang itu mengatakan, seseorang yang datang ke psikolog berhak mengemukakan perasaan, termasuk bila tidak nyaman dengan psikolog yang diajak berkonsultasi.

"Kedua, klien berhak untuk menentukan dia nyaman atau tidak nyaman. Seorang klien boleh kok mengatakan tidak ingin melanjutkan dengan psikolog ini," imbuh Hasta.

Dua hal itu yang penting, yakni tidak ada keterpaksaan dan mencari psikolog yang nyaman untuk dirinya.

Tugas psikolog saat berkonsultasi dengan klien

Hasta mengingatkan, semua manusia sebenarnya sudah memiliki solusi untuk masalah-masalah yang dihadapinya.

Hasta yakin, dalam kondisi apapun yang dihadapi manusia memiliki solusi untuk memecahkan atau menghadapi masalah-masalah tersebut sesuai dengan tingkatan usia.

Semakin dewasa, orang lebih paham dan mengerti mana yang baik dan mana yang buruk.

"Namun, orang biasa datang ke psikolog itu hanya untuk klarifikasi. 'Bener enggak sih kalau solusiku itu gini'," kata Hasta.

"Psikolog yang baik, akan mengatakan 'Iya benar, apa yang Anda lakukan benar begini, begini, begini'. Tugas psikolog adalah memunculkan sisi positifnya klien," ujarnya.

Dari bincang-bincang awal yang dilakukan, biasanya berdurasi 1-1,5 jam, seorang psikolog dapat menilai keunggulan klien dan hal itu yang diberitahukan ke kliennya.

"Jadi psikolog sekadar memberikan klarifikasi, kemudian menambahkan dan memotivasi. Tugas psikolog itu seperti itu. Tidak memberi obat, karena itu tugas psikiater," jelasnya.

Dia menuturkan, tugas psikolog adalah mendengarkan, memberi solusi, dan memberi semangat untuk klien.

"Dan semua itu, diberikan berdasarkan landasan masing-masing kasus yang dihadapi klien," katanya.

Inilah kenapa psikolog klinis lebih berhak memberikan terapi. Pasalnya, seorang psikolog klinis diwajibkan belajar bermacam-macam studi kasus agar bisa memberikan pandangan positif untuk kliennya.

Beda psikolog dan psikiater

Mengutip situs Psychiatry.org, persamaan antara kedua profesi ini adalah sama-sama menangani pasien dengan gangguan mental. Keduanya juga praktik dengan melakukan psikoterapi.

Baik psikolog maupun psikiater bisa menjadi spesialis dalam bidang forensik, anak-anak, serta masalah geriatri. Psikolog membantu pasien lewat konseling, terkadang memberikan tes menulis dan terapi kognitif.

Psikolog

Psikolog merupakan lulusan Fakultas Psikologi dan memiliki pelatihan tambahan dalam penelitian atau klinik.

Psikolog menangani pasien dengan gangguan mental dengan psikoterapi dan tes/ evaluasi psikologi. Psikolog membantu pasien untuk memahami emosi dan perasaan mereka.

Psikolog tidak bisa memberi resep obat kepada pasien.

Psikiater

Seorang psikiater adalah dokter medis, yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran dengan pelatihan psikiatri.

Psikiater menggali semua aspek baik mental maupun fisik, serta masalah psikologis. Psikiater melakukan konseling serta mengumpulkan gejala-gejala fisik seperti hilang ingatan, kesulitan tidur, dan perilaku hiperaktif.

Psikiater juga membantu pasien dengan kondisi yang rumit seperti skizofrenia dan kelainan bipolar.

Seorang psikiater bisa melakukan psikoterapi, memberikan resep obat, serta melakukan pengobatan atau terapi medis lainnya.

https://sains.kompas.com/read/2020/02/19/091300623/ingin-berkonsultasi-dengan-psikolog-apa-yang-harus-dipersiapkan-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita
Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Oh Begitu
Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Kita
Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Oh Begitu
7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

Oh Begitu
Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Kita
Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Oh Begitu
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.