Salin Artikel

Zona Aktif Gempa Masih Berlangsung Sampai Februari, Ini Evaluasi BMKG

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali membuat evaluasi zona aktif gempa bumi tektonik selama sebulan di wilayah Indonesia

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan setiap bulan BMKG membuat evaluasi aktivitas gempa bumi tektonik di sejumlah wilayah.

Aktivitas gempa bumi selama sebulan ini dipetakan menjadi peta aktivitas gempa bulanan atau peta seismisitas bulanan.

"Peta semacam ini perlu disampaikan kepada masyarakat, agar kita semua dapat mengetahui aktivitas gempa yang terjadi setiap bulan di wilayahnya," ujar Daryono, Jumat (31/1/2020).

Melalui peta seismisitas tersebut, akan tampak persebaran aktivitas gempa bumi sepanjang bulan Januari lalu.

Selain itu, akan diketahui juga adanya kluster atau gerombolan sebaran pusat-pusat gempa tektonik di beberapa wilayah.

"Sekalipun aktivitas gempa hanya magnitudo kecil kurang dari 5,0 tetap perlu kita monitoring pergerakannya," jelas Daryono.

Ia mencontohkan, kluster aktivitas gempa-gempa kecil atau zona aktif yang ada pada bulan Januari 2020.

Kluster-kluster tersebut diperkirakan masih bisa terjadi sampai bulan Februari.

"Akan tetapi, bisa jadi ada kluster yang berubah tidak aktif atau bergeser ke zona lain," sambung dia.

Pergeseran zona aktif dari waktu ke waktu, kata Daryono, adalah dinamika aktivitas gempa tektonik di Indonesia. Menurutnya, ini wajar karena wilayah Indonesia memiliki sumber gempa yang cukup banyak.

Sepanjang Januari, berikut klaster gempa kecil yang terjadi di delapan wilayah di Indonesia:

  1. Nias, Simeulue
  2. Bengkulu, Jawa Barat
  3. Bali, Lombok, Sumba
  4. Gorontalo
  5. Laut Maluku
  6. Ambon
  7. Banda
  8. Mamberamo Papua.

"Dari klaster aktivitas gempa ini kita dapat mengetahui adanya zona aktif yang masih bertahan," kata Daryono.

Di antaranya seperti yang terjadi di Lombok, Ambon, dan Mamberamo. Kendati demikian, ada zona aktif yang cepat berakhir tanpa terjadi gempa kuat.

Daryono menegaskan peta zona aktif adalah laporan aktivitas gempa bulanan. Peta ini dilaporkan BMKG, sebagai bagian tugasnya dalam melakukan monitoring gempa di wilayah Indonesia.

Evaluasi bulanan terhadap aktivitas gempa bumi tektonik di Indonesia menjadi bagian dari tugas BMKG dalam memberikan informasi gempa bumi.

Selain itu, melalui paparan tersebut diharapkan dapat mengedukasi masyarakat terkait aktivitas gempa bumi di Indonesia.

"Peta zona aktif bukanlah prediksi gempa bumi, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan khawatir," sambung Daryono.

https://sains.kompas.com/read/2020/02/01/133200423/zona-aktif-gempa-masih-berlangsung-sampai-februari-ini-evaluasi-bmkg

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.