Salin Artikel

Hanya dengan Daya Tahan Tubuh Bagus, Bisakah Kita Sembuh dari Virus Corona?

KOMPAS.com – Virus corona Wuhan (2019-nCoV) merupakan virus yang cukup ganas dan menyerang pernapasan. World Health Organization (WHO) telah menetapkan virus corona memiliki potensi risiko tinggi di China, regional, dan global.

Namun, jika sistem kekebalan tubuh kita bagus, kemungkinan kita terpapar virus ini juga semakin kecil. Hal itu diungkapkan Prof Amin Soebandrio selaku Direktur Eijkman Institute for Molecular Biology.

“Jika sistem kekebalan tubuh kita cukup bagus, maka kita tidak akan tertular. Kalaupun sakit (tertular), tidak akan berat. Bisa sembuh dengan sendirinya jika sakitnya ringan,” tutur Prof Amin kepada Kompas.com, Selasa (28/1/2020).

Sebenarnya, lanjut Prof Amin, tidak semua orang yang tertular virus corona akan mengalami sakit.

“Mereka yang tertular tidak semuanya mengalami sakit berat. Beberapa orang memiliki gejala yang ringan, seperti gejala influenza. Beberapa orang gejalanya ringan dan sembuh sendiri,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur, dr Annisa Sutera Insani, SpP.

Menurut Annisa, jika daya tahan tubuh kita baik, kemungkinan tertular virus corona pun akan sedikit.

“Virus corona akan menjadi gejala kalau daya tahan tubuh rendah,” tuturnya kepada Kompas.com.

Meski begitu, masyarakat harus tetap waspada ketika virus corona berujung penyakit berat.

“Kalau sakitnya cenderung menjadi berat, sistem kekebalan tubuh kita mulai kalah, di situlah kita harus mendapat perawatan,” tambah Prof Amin.

Metode PCR untuk deteksi dini

Prof Amin menyebutkan, salah satu upaya deteksi dini virus corona adalah metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Metode ini digunakan untuk pemeriksaan DNA dan identifikasi virus. Namun, metode PCR saat ini tidak spesifik untuk virus corona Wuhan (2019-nCoV), tetapi virus corona secara keseluruhan,” paparnya.

Jika hasilnya positif, lanjut Prof Amin, selanjutnya dilakukan konfirmasi lewat sequence alias rangkaian pemeriksaan kembali DNA.

“Kemudian hasil dari sequence tersebut kami bandingkan dengan preferensi DNA yang ada,” tambah dia.

Metode PCR diketahui telah dikembangkan untuk diagnosis berbagai penyakit infeksi, seperti hepatitis, HIV, Human Papillomavirus, dan tuberkulosis.

https://sains.kompas.com/read/2020/01/28/140526223/hanya-dengan-daya-tahan-tubuh-bagus-bisakah-kita-sembuh-dari-virus-corona

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.