Salin Artikel

Bulan Milik Saturnus Paling Mirip dengan Bumi, Mungkinkah Ada Kehidupan?

KOMPAS.com – Saturnus memiliki beberapa bulan yang mengorbit di sekeliling planet bercincin tersebut. Titan adalah salah satunya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Cassini, satelit buatan NASA, para peneliti berhasil membuat peta dari keseluruhan permukaan Titan. Peta tersebut kemudian dirilis di Nature Astronomy.

Dari peta tersebut, diketahui bahwa lanskap geografis Titan rupanya sangat menyerupai Bumi. Bulan milik Saturnus itu memiliki lanskap perbukitan, gurun pasir, sampai dataran lengkap dengan gugusan danau.

Namun, cuaca di Titan bisa dibilang merupakan “mimpi buruk” bagi semua mahluk hidup di Bumi.

Bulan tersebut tidak memiliki air tawar, namun menyimpan sejumlah jenis cairan. Di Bumi, hidrokarbon seperti metana bisa ditemukan pada zat gas. Di Titan, temperatur yang ekstrem mengubahnya menjadi cairan.

Gugusan danau yang ada di permukaan Titan dipenuhi oleh cairan metana. Di Titan pula, cairan tersebut mengalir dari langit sama seperti hujan di Bumi.

Mungkinkah ada kehidupan?

Dengan lanskap yang dibilang paling mirip dengan Bumi, mungkinkah ada kehidupan di Titan? Para peneliti menilai, kemungkinan ini sangat rumit.

Hal itu karena banyak terdapat komponen organik di Titan, namun sangat jauh berbeda bahkan berbanding terbalik dengan komponen organik yang ditemukan di Bumi. Permukaan Titan dipenuhi oleh kerak yang membeku. Namun peneliti percaya air tawar mungkin mengalir di bawah permukaan Titan, alias di dalam bulan tersebut.

Jika memang ada, kombinasi air tawar dengan komponen organik di Titan bisa memulai proses biologis untuk kemudian menjadi tempat tinggal.

“Komponen organik sangat penting untuk kemungkinan adanya kehidupan di Titan,” tutur pemimpin penelitian sekaligus anggota Jet Propulsion Laboratory NASA, Rosaly Lopes, seperti dilansir dari BGR.com, Rabu (20/11/2019).

Material organik, lanjut Rosaly, bisa penetrasi ke dalam aliran air tawar tersebut dan bisa menjadi awal dari kehidupan.

Saat ini, NASA tengah bekerja dalam misi menerbangkan drone ke Titan. Misi ini kemungkinan besar akan terlaksana pada 2026, dan butuh waktu delapan tahun untuk tiba di permukaan Titan.

Manusia hanya bisa menunggu setidaknya sampai pertengahan 2030-an untuk mengetahui apakah Titan cocok untuk kehidupan.

https://sains.kompas.com/read/2019/11/20/200400423/bulan-milik-saturnus-paling-mirip-dengan-bumi-mungkinkah-ada-kehidupan-

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.