Salin Artikel

BNPB Sebut 6 Provinsi Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

Dia menambahkan, pemerintah fokus menangani bencana kebakaran hutan dan lahan di keenam provinsi itu yang memiliki lahan gambut yang luas.

"Yang menyatakan siaga darurat sudah ada enam (provinsi), Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimanatan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Mereka sudah menyatakan siaga darurat bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Yang paling terakhir menyatakan siaga darurat adalah Jambi, tanggal 23 Juli kemarin," kata Agus.

Menurut Agus, total pasukan yang diterjunkan untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi tersebut berjumlah 5.679 personel.

Targetnya masing-masing dari keenam provinsi itu akan mendapat bantuan 1.512 personel, terdiri dari seribu personel TNI, 200 dari Polri, dan sisanya dari BPBD serta masyarakat.

Pasukan tersebut akan disebar ke desa-desa dan menginap di rumah penduduk.

Mereka bertugas berpatroli. Jika menemukan titik api, mereka akan ikut memadamkan. Agus menambahkan, pasukan juga bertugas mensosialisasikan bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, pemerintah juga mengerahkan helikopter penyiram air. Khusus di Riau disediakan 17 helikopter penyiram air karena titik api sudah meluas.

Sementara, Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Supari mengatakan kekeringan terjadi di Jawa, sebagian besar Sumatera, dan Kalimantan.

Dia menambahkan sepanjang pertengahan bulan ini di Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, kondisi curah hujan di bawah normal.

Secara umum, curah hujan di sebagian besar wilayah di Indonesia sepanjang Agustus di bawah normal.

Selama bulan ini, 88 persen wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Musim kemarau tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, hampir seluruh Nusa Tenggara, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi, dan sebagian Papua.

Hingga kemarin, Nusa Tenggara Timur adalah daerah yang paling lama tidak diguyur hujan, yakni selama 137 hari.

"Wilayah-wilayah yang memiliki kategori sangat mudah terbakar mulai dari Aceh, Riau, Jambi, Sumatera (Selatan), Lampung, Bangka belitung, Kalimantan, Jawa, hingga NTT. Selama bulan Juli curah hujan umumnya di bawah normal, utamanya terjadi di sebagian besar wilayah selatan, mulai dari Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali," ujar Supari.

Agus Wibowo mengatakan kekeringan sudah terjadi di Jawa Barat, Banten, Jawa tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara barat, Nusa Tenggara Timur.

Sampai saat ini, lanjutnya, kekeringan terjadi di 2.347 desa dari 95 kabupaten di tujuh provinsi.

Masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyalurkan air bersih, khususnya air minum, ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan tersebut. Jumlah air bersih sudah dipasok sebanyak 28 juta liter.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan setiap musim kemarau. Hal tersebut memicu kiriman asap ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.

https://sains.kompas.com/read/2019/08/07/162900323/bnpb-sebut-6-provinsi-darurat-kebakaran-hutan-dan-lahan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.