Salin Artikel

4 Fakta Seputar Santan, Picu Stroke hingga Pengganti Susu

Meski dapat menunjang olahan kuliner, santan juga diyakini dapat meningkatkan kolesterol dan lemak dalam darah, sehingga memunculkan rasa was-was.

Lantas, apa benar santan meningkatkan kolesterol dalam tubuh?

1. Lemak nabati

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr. Ir. Ali Khomsan mengatakan, santan merupakan suatu lemak nabati yang kandungan dan khasiatnya berbeda dengan lemak hewani.

Karena perbedaan sifat ini, santan tak bisa dikatakan sebagai lemak jenuh yang memberikan efek jahat seperti lemak hewani.

Diberitakan Kompas.com (8/8/2017), meskipun tak berefek sejahat dibanding lemak hewani, dr Hardianto Setiawan Ong SpPD-KGEH mengatakan, santan murni adalah suatu minyak yang dapat berefek pada penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko jantung koroner hingga stroke.

Santan juga terdiri dari campuran lemak dan gula.

"Sementara kalau kita makan santan terlalu banyak, (bisa menyebabkan) kolesterol tinggi, darah tinggi, atau bahkan jantung koroner," kata Hardianto.

2. Batasi

Semakin sering mengonsumsi makanan berlemak tinggi, potensi kolesterol juga lebih cepat.

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor Prof Dr. Ir. Ali Khomsan menyarankan, sebisa mungkin jangan berlebihan mengonsumsi santan.

Alih-alih santan, garam dalam jumlah berlebih saja meningkatkan tekanan darah dalam tubuh.

"Tubuh kita perlu asupan yang beragam. Tidak dibombardir dengan masakan yang sudah berlemak. Semua makanan kalau dikonsumsi berlebihan pasti menimbulkan dampak negatif meskipun pada awalnya orang mengatakan makanan itu baik," tutur Ali dalam artikel Kompas.com yang terbit (31/8/2017).

Mengurangi penyerapan kolesterol dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan berserat, seperti buah, sayuran, biji-bijian, oat, dan produk serelia utuh.

3. Suburkan rambut

Tak selamanya santan memberikan efek buruk dalam tubuh. Dalam penjelasan Kompas.com edisi (9/12/2013), santan kelapa mempunyai kandungan protein, zat besi, dan mangan yang berfungsi menumbuhkan rambut lebih cepat.

Lebih dari itu, santan dapat membantu mencegah kerontokan serta membuat rambut lebih sehat dan berkilau.

Protein dalam santan dapat merawat batang rambut dan merangsang pertumbuhannya.

Tapi, untuk mendaatkan hasil yang maksimal, diperlukan beberapa bahan campuran seperti minyak zaitun, telur, minyak kelapa, atau minyak argan.

Bahan tersebut dapat dicampur menjadi satu, lalu oleskan dengan gerakan melingkar.

Setelah dioleskan rata ke rambut, diamkan beberapa waktu sebelum dibilas sampai bersih.

4. Susu

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor Prof Dr. Ir. Ali Khomsan menuturkan, susu dapat digunakan menggantikan santan sebagai bahan mengolah makanan.

Susu hasil fortifikasi oleh pabrik telah ditambahkan beberapa gizi mikro dari kandungan gizi susu asalnya.

Karena itu, dalam batas tertentu, susu punya kandungan lebih baik dibandingkan santan.

"Kalau mau mengambil lemaknya saja, maka yang diproses dengan susu itu jauh lebih baik daripada hanya dengan santan," ujar Ali dalam artikel Kompas.com (31/8/2017).

Namun, masyarakat kudu mengerti jika citarasa sajian yang muncul pastinya berbeda ketika memasak menggunakan santan dengan susu.

https://sains.kompas.com/read/2019/07/19/173100123/4-fakta-seputar-santan-picu-stroke-hingga-pengganti-susu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Delapan Tahun Terakhir Jadi Tahun Terpanas di Bumi

Delapan Tahun Terakhir Jadi Tahun Terpanas di Bumi

Fenomena
Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Permukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Permukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.