Salin Artikel

Cara Simpel Sempurnakan Kiblat Lewat Fenomena Matahari di Atas Kabah

Bagi umat muslim, fenomena ini adalah saat tepat untuk memeriksa dan mengoreksi arah kiblat, apakah sudah mengarah ke kiblat atau masih mengalami kemiringan beberapa derajat dari arah seharusnya.

"Fenomena ini menyediakan cara mudah namun berakurasi sangat tinggi untuk menentukan arah kiblat suatu tempat sepanjang masih berada dalam kawasan yang tersinari cahaya Matahari," ujar Marufin Sudibyo, seorang astronom amatir saat dihubungi oleh Kompas.com.

Lantas, bagaimana caranya memperbaiki posisi kiblat di rumah?

Benda yang harus disiapkan adalah tongkat atau benda lurus seperti penggaris kayu panjang.

Kemudian carilah lokasi yang masih terkena paparan sinar Matahari hingga pukul 16.30 WIB, seperti lokasi dekat jendela atau sudut rumah.

"Sebelum pukul 16.26 WIB, tancapkan batang lurus ke lantai atau permukaan tanah secara tegak lurus dan bisa menghasilkan bayangan," tulis BMKG dalam keterangannya di Instagram.

"Tepat pada pukul 16.26 WIB, tandai arah bayangan yang dihasilkan oleh batang lurus. Garis itulah arah kiblat yang tepat bagi rumah tersebut," tulis BMKG.

Anda dapat memastikan jam yang tepat dengan memantau jam.bmkg.go.id.

Selain di rumah, pengecekan arah kiblat juga dapat dilakukan di luar ruangan atau berbagai tempat, dengan syarat kondisi permukaan lantai rata dan terpapar sinar Matahari langsung.

Fenomena Matahari di atas Kabah diakibatkan oleh gerak semu Matahari, di mana posisi tampak Matahari seperti bergeser setiap harinya dalam kurun waktu satu tahun.

Seperti diberitakan Kompas.com (27/5/2019), jika kita menghadap ke Matahari hari ini, maka secara otomatis kita juga menghadap kiblat. Begitu pula setiap benda yang terpasang tegak lurus akan menghasilkan bayangan yang terimpit dengan arah kiblat di tempat tersebut.

BMKG menambahkan, peristiwa ini hanya berlaku untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah. Sementara untuk Indonesia bagian Timur dilakukan di antipoda Kabah (sebalik arah Kabah) yang terjadi setiap 16 Januari pukul 6.29 WIT dan 28 November pukul 6.09 WIT.

Untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah, fenomena ini juga berlangsung dua kali, yakni pada 27-29 Mei pukul 16.18 serta 15-16 Juli pada pukul 16.26 WIB.

https://sains.kompas.com/read/2019/07/15/122711023/cara-simpel-sempurnakan-kiblat-lewat-fenomena-matahari-di-atas-kabah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.