Salin Artikel

9 Hal Seputar Antibiotik, Harus Dihabiskan hingga Aturan Penggunaan

Dalam penggunaannya, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui. Apa saja?

1. Demam

Terkadang, sebagian orang merasa cemas saat mengalami demam setelah minum antibiotik. Demam ini ternyata menjadi dua pertanda.

Pertama, demam sesaat setelah minum antibotik merupakan hal wajar, sehingga jangan langsung menghentikan pengobatan yang sedang dijalani.

Dilansir dari MedinePlus, demam ini berarti bahwa tubuh tengah melawan bakteri yang menjadi penyebab infeksi.

Ketika tubuh mengalami demam, sistem imun sedang aktif. Dengan bantuan antibiotik ini, fungsi sistem imun tubuh bekerja lebih baik dalam membunuh bakteri, sehingga demam akan muncul.

Kedua, demam yang muncul setelah mengonsumsi antibiotik dicurigai sebagai gejala alergi.

Jika tubuh tak cocok dengan antibiotik tertentu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Jangan hentikan

Demam karena minum antibiotik akan menghilang dengan sendirinya. Sebisa mungkin tetap minum antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan dokter.

Apabila Anda menghentikan atau melewati dosis yang seharusnya, hal ini malah berpotensi mengalami resistensi bakteri dan berakibat infeksi kembali terulang.

Tapi, jika demam saat minum antibiotik tak kunjung hilang setelah 24 jam hingga 48 jam, perlu menjadi perhatian khusus dan sebaiknya segera periksa ke dokter.

3. Waspada

Demam yang muncul setelah mengonsumsi antibiotik disertai beberapa gejala seperti susah napas, gatal-gatal, dan pembengkakan harus diwaspadai.

Hal tersebut dapat digunakan sebagai pertanda bahwa tubuh mengalami alergi.

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas setelah minum antibiotik.

4. Tidak semua penyakit

Tak semua penyakit memerlukan antibiotik. Antibiotik memang dapat membantu menyembuhkan penyakit yang disebabkan bakteri.

Lain halnya jika disebabkan oleh virus atau jamur.

Dalam tubuh seseorang terdapat kurang lebih 100 triliun bakteri, baik bakteri jahat dan bakteri baik.

Menurut Harry Parathon SpOG, ketika antibiotik terus dikonsumsi, bakteri akan beradaptasi dengan obat tersebut sehingga malah membahayakan tubuh.

Pada dasarnya, bakteri menyimpan gen resistensi yang membuat bakteri bertahan hidup dan kebal setelah pengobatan antibiotik dilakukan berulang-ulang.

Harry mengimbau, diagnosis terhadap pemetaan penyakit yang disebabkan bakteri pada seseorang yang sakit menjadi suatu hal penting.

Dari hasil diagnosis tersebut, akan diketahui penyebab infeksi, mungkin bakteri, virus, atau jamur.

5. Bahan alami

Beberapa bahan alami seperti madu, ekstrak bawang putih, minyak cengkeh, minyak oregano, dan minyak thyme mempunyai sifat antibiotik.

Madu mengandung hidrogen peroksida yang dapat berperan sebagai komponen zat antibakteri.

Madu mempunyai tingkat pH rendah, sehingga dapat menarik uap air dari bakteri, menyebabkan bakteri mengalami dehidrasi dan akan mati.

Ekstrak bawang putih merupakan zat alami sebagai antimikroba.

Meskipun aman dikonsumsi, tetap perhatikan banyaknya bawang putih yang masuk dalam tubuh.

Minyak cengkeh juga memiliki sifat antibakteri, sifat antifungi, dan mempunyai komponen antioksidan di dalamnya.

Minyak thyme terbukti bisa membantu melawan bakteri. Minyak ini hanya digunakan untuk pemakaian luar. Sebelum digunakan, larutkan minyak ini ke dalam minyak kelapa atau minyak zaitun.

6. Minum antibiotik saat hamil

Mengonsumsi antibiotik saat hamil dapat berisiko pada janin yang dikandung. Antibiotik juga dapat membahayakan tumbuh kembang janin dan berisiko bayi cacat lahir atau teratogenik.

Wanita hamil sebaiknya berkonsultasi kepada dokter kandungan sebelum memutuskan minum antibiotik tertentu.

7. Risiko keguguran

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis antibiotik dapat meningkatkan risiko keguguran.

Ada lima jenis antibiotik yang meningkatkan risiko keguguran, yaitu makrooksida, kuinolon, tetrasiklin, sulfonamida, dan metronidazol.

Meski demikian, dalam penelitian tersebut menemukan antibiotik nitrofurantoin, biasanya digunakan mengobati infeksi saluran kemih ternyata menurunkan risiko keguguran.

Namun, wanita hamil tetap harus berhati-hati ketika akan mengonsumsi suatu antibiotik.

8. Harus dihabiskan

Pemakaian antibiotik di atas atau di bawah dosis yang dianjurkan dokter dapat membuat mikroorganisme resisan terhadap obat antibiotik, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Antibiotik memang efektif mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun tidak untuk menghadapi virus dan penyakit yang disebabkan virus.

Ketika mengonsumsi antibiotik, harus dihabiskan dan sesuai dosis yang ditentukan, dengan harapan semua bakteri jahat yang ada dalam tubuh akan hancur dan tak ada yang tersisa kemudian menjadi resisten.

Jika seseorang mengalami resistensi antibiotik, berarti bakteri dalam tubuhnya tak lagi mempan diatasi dengan antibiotik.

9. Antibiotik pada anak

Pemberian antibiotik pada bayi berusia kurang dari dua tahun mempunyai efek jangka panjang.

Bayi akan mengalami alergi di usia dewasa, seperti eksim kulit dan rinitis alergi yang mempunyai gejala bersin-bersin dan hidung berair.

Sehingga, pemberian antibiotik pada anak-anak harus sangat dipertimbangkan.

https://sains.kompas.com/read/2019/07/12/115104923/9-hal-seputar-antibiotik-harus-dihabiskan-hingga-aturan-penggunaan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena
Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Oh Begitu
Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Oh Begitu
Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Oh Begitu
Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Oh Begitu
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.