Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Seri Baru Jadi Ortu, Tangisan Bayi Punya Makna Beda, Pahamkah Anda?

Namun terkadang, kita tidak bisa memahami tangisan bayi. Apakah mereka menangis karena takut, marah, atau merasa sakit.

Memang bukan hal mudah memahami tangisan bayi, terutama bagi orangtua baru.

"Menangis adalah cara bayi untuk dapat memberi tahu (orang dewasa) tentang sesuatu. Hanya dengan menangis bayi, dapat mengekspresikan apa yang dirasakan," ujar Mariano Chóliz, peneliti di Universitas Valencia seperti dilansir Science Daily.

Karena banyak ortu baru kesulitan dalam memahami tangisan bayi, Chóliz dan koleganya dari Universitas Murcia dan National University of Distance Education (UNED) melakukan penelitian terhadap 20 bayi berusia 3 sampai 18 bulan guna mengetahui maksud tangisan mereka.

Chóliz dan tim juga mengamati bagaimana keakuratan para orang dewasa dalam mengenali emosi bayi yang menangis.

Hasil penelitian yang terbit di The Spanish Journal of Psychology edisi 2012 dengan judul Infant Crying: Pattern of Weeping, Recognition of Emotion and Affective Reactions in Observers menunjukkan, arti tangisan bayi dapat diketahui dari gerak mata dan dinamika tangisannya.

"Saat bayi marah atau takut, mereka akan menangis dengan membuka mata. Namun jika bayi merasa kesakitan, mereka akan menangis sambil memejamkan mata," terang para peneliti.

Sementara itu, intensitas tangisan bayi akan meningkat ketika sedang marah. Sedang saat sakit atau merasa takut, tangisannya stabil.

Dalam studi ini, sayangnya belum ada orangtua yang mampu mengenali emosi tangisan bayi dengan tepat, terutama ketika bayi marah atau sedang takut.

"Meski begitu, para orang dewasa mampu mengenali tangisan bayi ketika merasa kesakitan," ujar Chóliz.

Menurut Chóliz, kemampuan memahami rasa sakit bayi berhubungan dengan pemahaman menangis merupakan "peringatan" akan potensi ancaman serius terkait kesehatan. Sehingga, orang dewasa mampu merespons tangisan itu dengan lebih cepat dan tepat.

Maksud tangisan bayi

Ketika bayi menangis, otot wajah terutama bagian dahi, alis, bibir, dan pipi akan bekerja. Menurut pengamatan ahli, ada perbedaan ketegangan otot di setiap maksud tangisan bayi.

Seperti dijelaskan di atas, sebagian besar bayi yang marah akan setengah terbuka sambil melihat ke suatu arah. Mulut mereka terbuka atau setengah terbuka, dengan intensitas tangisan meningkat.

Saat bayi ketakutan, mereka akan membuka mata sepanjang waktu. Terkadang mereka menatap tajam sambil menoleh ke belakang.

Terakhir, ketika bayi merasa sakit mereka akan menutup mata. Jikalau membuka mata, hal ini hanya terjadi singkat. Kemudian yang perlu diperhatikan, area mata dan dahi bayi akan tegang yang ditunjukkan dengan munculnya kerutan.

https://sains.kompas.com/read/2019/06/18/132448223/seri-baru-jadi-ortu-tangisan-bayi-punya-makna-beda-pahamkah-anda

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke