Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bukan Hanya Nama Wilayah, Begini Penampakan Buah Bintaro nan Mematikan

KOMPAS.com – Anda mungkin mengenal bintaro sebagai nama salah satu kelurahan di kawasan Jakarta Selatan. Namun kemungkinan besar, Anda tidak mengetahui bahwa nama tersebut diambil berdasarkan nama suatu tumbuhan yang sebenarnya sering anda jumpai di jalanan, tanpa disadari.

Bintaro (Cerbera manghas) sering dijadikan tanaman ornamental di sisi jalan, terutama sebagai tanaman peneduh. Perakarannya yang cukup kuat juga ditujukan sebagai pencegah erosi di kala hujan.

Sekilas, tumbuhan ini memiliki tampilan mirip tanaman mangga. Namun, sebenarnya bintaro merupakan tanaman pesisir pantai yang masih berkerabat dengan tumbuhan kamboja, dari famili Apocynaceae.

Hal ini menjadikannya disebut sebagai sea mango dalam bahasa Inggris.

Bintaro juga memiliki buah yang sekilas nampak mirip mangga, lengkap dengan kulit yang tampak licin dan mulus. Buah bintaro berwarna hijau pucat saat muda, dan memerah saat matang.

Di dalam buah, terdapat biji yang terlindungi oleh serat kuat seperti pada sabut kelapa.

Meski demikian, bintaro sebenarnya memiliki racun yang sangat kuat.

Sebagaimana tumbuhan dari famili kamboja lain, bintaro memiliki senyawa cardiac glycoside, yang dapat menghambat kerja pompa ion kalsium pada jantung.

Senyawa pada bintaro ini dinamakan cerberin, diambil dari Cerberus, sosok mitologis anjing berkepala tiga penjaga alam bawah peliharaan Dewa Kematian Yunani Kuno, Hades.

Jika dikonsumsi, maka cerberin akan mengakibatkan gangguan ritme jantung, dan menyebabkan arrythmia (detak jantung tak teratur) yang dapat berujung pada henti jantung.

Oleh sebab itu, buah ini sering dijadikan bahan pembuatan racun untuk dioleskan pada anak panah.

Meski berbahaya, namun buah bintaro juga ternyata menyimpan manfaat.

Buah ini sering dimanfaatkan masyarakat lokal sebagai pengusir tikus. Konon, dengan meletakkan buah bintaro di sudut ruangan, maka tikus akan menjauhi lokasi tersebut.

Sayangnya, klaim tersebut belum diverifikasi secara saintifik. Jika Anda tertarik mencoba metode tersebut, harap berhati-hati dengan selalu mencuci tangan setelah memegang buahnya, untuk menghindari paparan cerberin.

https://sains.kompas.com/read/2019/05/16/161020523/bukan-hanya-nama-wilayah-begini-penampakan-buah-bintaro-nan-mematikan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke