Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Jenis Vaksin yang Penting untuk Remaja dan Kisaran Harganya

KOMPAS.com – Hampir semua orangtua mengetahui pentingnya vaksin dalam menjamin tumbuh kembang anak. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa remaja juga membutuhkan perlindungan dari vaksin.

Dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2019 yang jatuh pada minggu terakhir April ini, Kompas.com menghubungi seorang pakar melalui pesan singkat pada Rabu (24/4/2019) untuk menanyakan mengenai vaksin yang dibutuhkan remaja.

Berikut adalah lima jenis vaksin yang penting bagi remaja beserta kisaran harganya, menurut dr Yance Tengker, dokter umum di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) dr Oepomo, Surabaya.

1. Tdap

Vaksin Tdap berfungsi untuk mencegah tetanus, diferi dan pertusis atau batuk rejan. Bila Anda masih ingat vaksin DTP yang ditujukan untuk mencegah difteri, pertusis dan tetanus saat bayi; vaksin Tdap merupakan kelanjutannya.

Yance berkata bahwa Tdap dapat diberikan kepada remaja yang berusia di atas 10 tahun, yaitu 11-12 tahun, dan diikuti dengan vaksin booster setiap 10 tahun.

Tergantung dari merek dan instansi yang melakukan vaksin, Tdap berkisar antara Rp 130.000-400.000.

2. HPV

Tidak kalah penting dari Tdap adalah HPV yang berfungsi untuk mencegah infeksi Human Papilloma Virus.

Masyarakat Indonesia mungkin mengenali virus tersebut dan vaksinnya ketika mengikuti perjuangan Julia Perez melawan kanker serviks. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa HPV juga dapat menyebabkan kanker vagina, kanker bibir vagina dan pada pria, kanker penis.

Oleh karena itu, Yance menyarankan pemberian vaksin HPV untuk remaja berusia di atas 10 tahun. Pada perempuan, vaksin ini idealnya diberikan dalam rentang usia 13-26 tahun. Sementara itu, laki-laki idealnya mendapatkan vaksin ini dalam rentang usia 13-21 tahun.

“Pemberian 3 kali, bulan ke-0 atau hari pertama vaksin, dua bulan setelah vaksin pertama dan enam bulan setelah vaksin kedua,” imbuh Yance.

Vaksin ini berkisar antara Rp 2.000.000-3.500.000 untuk tiga kali suntik.

3. Influenza

Sesuai namanya, vaksin influenza diberikan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza saja.

Yance menjelaskan bahwa tidak semua gejala batuk, pilek, panas dan pusing disebabkan oleh virus influenza. Sebaliknya, influenza juga tidak hanya menyebabkan gejala ringan saja, komplikasinya dimulai dari sinusitis sampai pneumonia.

Oleh karena itu, pemberian vaksin influenza tidak boleh diremehkan. Vaksin ini disarankan terutama bagi remaja yang memiliki riwayat asma dan diabetes melitus. Pasalnya, pasien dengan riwaya tersebut rentan menderita komplikasi dari penyakit influenza.

“Pemberiannya disarankan pada saat kondisi yang benar-benar fit (bugar),“ kata Yance.

Vaksin influenza berkisar antara Rp 200.000-300.000.

4. MMR

Daripada MMR, masyarakat Indonesia mungkin lebih mengenal vaksin MR yang melindungi dari campak (measles) dan campak jerman (rubella).

Yance menjelaskan bahwa vaksin MR merupakan bagian dari vaksin MMR. Vaksin ini dipisah karena gondongan (mumps), penyakit satu lagi yang dilindungi oleh MMR, telah menurun angka kesakitannya. Oleh karena itu, orang yang sudah menjalani vaksin MR tidak perlu menjalani MMR.

Namun bagi mereka yang belum menjalani kedua vaksin tersebut sama sekali, vaksin MMR dapat diberikan pada usia remaja atau dewasa dengan dosis dua kali suntik dan selang waktu satu bulan.

Kisaran harga vaksin ini adalah Rp 300.000-400.000.

5. Varicella

Vaksin varicella diberikan untuk mencegah penyakit cacar air yang disebabkan oleh virus varicella zoster.

Pada bayi, vaksin ini diberikan dalam dua kali penyuntikan. Pertama pada usia 12-15 bulan, dan kedua pada usia 4-6 tahun.

Namun, vaksin ini juga bisa diberikan bagi remaja yang berusia di atas 13 tahun, belum pernah menderita cacar dan belum pernah mendapat vaksin Varicella sebelumnya. Vaksin ini diberikan dalam dua kali penyuntikan dengan selang waktu 28 hari.

Kisaran harganya Rp 500.000-650.000.

Terkait efek samping dari vaksinasi, Yance berkata bahwa rata-rata sama. “Jarang sekali terjadi komplikasi berat pasca-vaksin,” ujarnya.

Efek samping ringan yang biasanya terjadi adalah demam ringan, nyeri pada bekas suntikan, nyeri pada bahu sehingga sulit digerakkan, sakit kepala, mual, dan nafsu makan menurun. Akan tetapi menurut Yance, efek samping tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari setelah menjalani vaksinasi.

“Jika efek samping memberat, sebaiknya konsultasi ke dokter saja,” tutupnya.

https://sains.kompas.com/read/2019/04/24/190600623/5-jenis-vaksin-yang-penting-untuk-remaja-dan-kisaran-harganya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke