Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Besok Pemilu, Bagaimana Cara Ambil Keputusan agar Tidak Menyesal?

Mungkin anda tidak dapat menerka dengan tepat berapa jumlah pastinya.

Tanpa sadar, seorang individu dewasa membuat sekitar 35.000 keputusan setiap harinya.

Dengan kata lain, dengan asumsi jam tidur sekitar tujuh jam, setiap jam produktif membutuhkan sedikitnya 2000 keputusan, atau kurang-lebih satu keputusan per dua detik.

Sebagian besar keputusan hanya menyangkut hal-hal kecil, seperti membuka situs tertentu, meneguk secangkir kopi, atau cemilan apa yang anda ambil saat makan siang.

Namun, beberapa keputusan merupakan pertaruhan besar dan mempengaruhi kehidupan anda dalam beberapa waktu ke depan. Contohnya, saat harus memutuskan calon presiden yang akan Anda pilih. Bila salah pilih, kjita bakal menyesalinya.

Untuk urusan ini, anda tentu akan merasa bimbang. Di lubuk hati anda, muncul kecemasan akan kebahagiaan, kebebasan, ketakutan, serta pemenuhan hasrat pribadi anda.

Jadi, bagaimana seharusnya pengambilan keputusan dilakukan?                     

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu anda.

1. Membuat daftar skor “pros & cons”

Sebelum membuat keputusan, buatlah kolom kelebihan (pros) dan kekurangan (cons). Lalu untuk setiap poin, berikan nilai dari 0 sampai 1 berdasarkan nilai personal anda.

Misalnya, untuk calon presiden, bagaimana rencana dia tentang penciptaan lapangan kerja.

Lakukan pula hal yang sama untuk kolom cons.

Anda dapat menambahkan sebanyak mungkin daftar dalam kolom yang anda anggap perlu

Pada setiap kolom, kalikan dengan 100, lalu bandingkan nilai keduanya untuk mengetahui mana yang lebih besar.

Hal ini membantu anda mengambil keputusan logis, tanpa dihantui oleh emosi atau perasaan sentimental lainnya.

2. Eksplorasi skenario yang mungkin terjadi

Membayangkan skenario terbaik dan terburuk adalah hal yang umum dilakukan.

Terdapat suatu cara untuk mengembangkan metode ini, yang dikenal dengan nama premortem, atau prospective hindsight.

Lewat membayangkan beberapa skenario terburuk yang mungkin terjadi, kita dapat mempersiapkan solusi sebelum masalah muncul.

Di sisi lain, cobalah untuk memvisualisasikan apa yang terjadi jika skenario terbaik menjadi kenyataan.

Jika anda merasa bahagia atasnya, coba elaborasikan alasan-alasan yang menyebabkan perasaan tersebut muncul.

3. Konsultasi dengan orang lain

Bercerita pada orang lain dapat membantu memutuskan atau menjustifikasi pilihan anda.

Selain itu, hal itu juga dapat menolong anda dalam pengumpulkan informasi dan perspektif.

Bertanyalah pada kenalan anda yang telah mengambil keputusan tersebut. Tanyakan padanya soal pengalaman dan perasaannya atas keputusan tersebut. Pilih orang yang cukup obyektif dan Anda percayai.

Informasi ini dapat membantu memperkaya cakrawala anda sebelum mengambil langkah.

4. Luangkan waktu yang cukup

Hindari memutuskan terburu-buru dan emosional. Namun, bukan berarti anda bebas menunda keputusan tersebut. Pastikan waktu yang anda miliki digunakan dengan efektif.

5. Jangan menunda keputusan atau mengikuti orang lain

Mungkin dalam perjalanannya, semua hal di atas malah membuat anda semakin cemas.

Penundaan keputusan sebenarnya adalah suatu keputusan juga, yang tentunya memiliki dampak tersendiri.

Sama halnya dengan mengikuti keputusan orang lain. Hasil yang berbeda dapat terjadi pada anda, karena beban setiap orang tidaklah sama.

Fokuslah pada permasalahan yang anda hadapi.

Hal yang perlu selalu anda sadari adalah, anda bertanggung jawab atas segala keputusan yang anda ambil, sehingga anda harus menjalankan konsekuensinya, apapun itu.

Ingatlah bahwa pengambilan keputusan akan menjadi semakin mudah seiring banyaknya pengalaman, dan pilihan yang baru akan datang setiap saat.

https://sains.kompas.com/read/2019/04/16/154900023/besok-pemilu-bagaimana-cara-ambil-keputusan-agar-tidak-menyesal

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke