Salin Artikel

Mengenal John Michell, Genius Penggagas Lubang Hitam yang Terlupakan

KOMPAS.com - Bukti visual berupa foto lubang hitam atau black hole yang dibagikan para peneliti segera menjadi buah bibir warganet. Bagaimana tidak, potret yang dibuat dalam kurun waktu 2 tahun tersebut membuktikan adanya lubang hitam bagi masyarakat awam.

Telebih lagi, foto lubang hitam terkait erat dengan sejarah terbentuknya alam semesta.

Gagasan mengenai lubang hitam sendiri sudah ada sejak berabad lalu. Adalah John Michell, jenius asal Inggris yang pertama kali mengungkapkan gagasan mengenai lubang hitam pada 1783.

Michell lahir pada 1724 dan kemudian mengenyam pendidikan di Universitas Cambridge, Inggris. Dia juga mengajar banyak hal di alamamaternya tersebut, mulai dari bahasa Ibrani dan Yunani hingga matematika dan geologi.

Pada 1761, dia terpilih menjadi anggota Royal Society. Tapi, pada 1767, Michell memilih untuk menjadi rektor gereja di Inggris Utara, tepatnya kota kecil Leeds.

Dia menghabiskan hari-harinya di kota tersebut.

Meski begitu, dia tidak kehilangan gairahnya terhadap ilmu pengetahuan. Michell tetap berkarya dengan menulis dan menerbitkan beberapa pemikirannya.

Merangkum dari amnh.org, pada 1755, Michell menuliskan buku yang membantu seismologi menjadi sebuah ilmu. Dia berpendapat, gempa bumi menyebar sebagai gelombang melalui Bumi yang solid dan terkait dengan lempeng geologi yang berbeda, pada dasarnya ini memprediksi keberadaan garis patahan.

Dengan pemikiranya itu, Michell mendapatkan julukan bapak seismologi.

Selain pemikirannya di bidang seismologi, dia juga sempat menulis tentang magnet dan listrik. Sayangnya, pemikiran Michell sering tidak dihargai sehingga dia tidak dikenal khalayak.

Itu karena Michel sering kali tidak mengembangkan dan mempromosikan gagasannya sendiri.

Namun, pencapaian paling tinggi yang dilakukan oleh Michell adalah membayangkan keberadaan lubang hitam. Gagasan ini dia dapatkan pada 1783 ketika mempertimbangkan metode hipotesis untuk menentukan massa bintang.

Michell menyetujui teori Newton bahwa cahaya terdiri dari partikel material kecil. Dia beralasan bahwa partikel seperti itu, yang muncul di permukaan bintang, akan memiliki kecepatan yang dikurangi oleh tarikan gravitasi bintang.

Hal ini diibaratkan oleh Michell sebagai proyektil yang ditembakkan ke atas dari Bumi. Dia berpikir mungkin untuk menghitung massa bintang dengan mengukur pengurangan kecepatan cahaya dari bintang.

Sayangnya, teori itu salah. Tapi meski demikian, dia membayangkan kasus ekstrem di mana gravitasi bintang begitu kuat hingga cahaya pun tidak bisa lepas.

Dilansir dari Gizmodo, karena cahaya tidak bisa lepas dari bintang, maka bintang itu tidak akan terlihat oleh semua pengamat dari luar. Michell menyebutnya sebagai "bintang gelap" atau yang kini kita kenal dengan istilah lubang hitam atau black hole.

Istilah lubang hitam sendiri baru muncul pada abad ke-20, ratusan tahun setelah Michell wafat.

Sayangnya, ide Michell sendiri melampaui zamannya sehinga tidak mendapatkan perhatian. Baru 200 tahun kemudian, 1916, ide lubang hitam menemukan tempatnya setelah Einstein menerbitkan teorinya tentang gravitasi.

https://sains.kompas.com/read/2019/04/11/153200123/mengenal-john-michell-genius-penggagas-lubang-hitam-yang-terlupakan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.