Salin Artikel

Transplantasi Organ Hewan, Akankah Jadi Solusi Kurangnya Pendonor?

KOMPAS.com – Transplantasi organ masih terkendala oleh kurangnya pendonor manusia. Masalah ini membuat para peneliti di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mengembangkan xenotransplantasi, yaitu penggunaan hewan sebagai sumber organ donor yang menunjang kesehatan manusia.

Sebuah perusahaan startup bernama eGenesis di Amerika Serikat, misalnya, sedang berupaya untuk menciptakan babi yang organnya bisa ditransplantasikan secara aman ke manusia.

Mereka menggunakan teknologi pengeditan gen, Crispr, untuk menghapus sekelompok virus pada babi yang bisa berpindah ke tubuh manusia. Selain itu, eGenesis juga sedang mengeksplorasi pemanfaatan Crispr untuk mengeliminiasi sel-sel asing pada organ babi agar sistem imunitas kita tertipu untuk berpikir bahwa organ berasal dari manusia.

“Saya pikir ini adalah titik magis dalam bidang ini (xenotransplantasi). Ini bukan lagi pertanyaan 'Kalau', tetapi pertanyaan 'Kapan',” ujar William Westlin, Executive Vice-President untuk penelitian dan pengembangan di eGenesis, seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (3/4/2019).

Selain eGenesis, para peneliti juga telah membuat banyak kemajuan di bidang xenotransplantasi. Dilihat dari obat penekan imunitas saja sebagai contoh, perkembangan terbarunya membuat penolakan tubuh terhadap organ donor lebih jarang terjadi.

Lalu, studi baru yang dipublikasikan di jurnal Nature juga menunjukkan bahwa babun yang mendapat jantung babi modifikasi ditemukan dapat hidup selama enam bulan.

Studi lain yang dipublikasikan pada 2017 juga menemukan bahwa babun bisa hidup selama tiga tahun dengan menggunakan jantung babi yang berdetak bersama jantung asli mereka.

Kemajuan-kemajuan ini membuat Bruno Reichart, ahli bedah jantung yang memimpin studi babun dalam jurnal Nature, percaya bahwa organ babi akan menjadi solusi kekurangan organ donor bagi manusia. Menurut dia, belum ada tantangan ilmiah penting yang menghalangi perkembangan xenotransplantasi.

Reichart sendiri kini sedang berusaha mengembangkan penelitiannya dengan target membuat setidaknya 60 persen babun bisa hidup dengan jantung babi untuk durasi waktu yang lebih lama dari enam bulan. Meskipun dia berharap dapat membuat mereka bisa hidup selama setahun, sangat sulit untuk memaksa babun makan obat penekan imunitas setiap hari.

Penuh potensi

Babi yang organnya siap ditransplantasikan bagi manusia juga memiliki banyak potensi lainnya.

David Cooper yang memimpin prgram xenotransplantasi di University of Alabama berkata bahwa perkembangan lebih lanjut bisa menjadikan babi sebagai sumber sel islet (sekelompok sel pankreas yang memproduksi hormon) yang dibutuhkan oleh penderita diabetes.

Lebih jauh, darah babi mungkin bisa ditransfusikan kepada pasien-pasien khusus yang telah membentuk antibodi melawan sel darah manusia karena terlalu sering mendapat transfusi. Bahkan, sel yang memproduksi dopamin mungkin juga bisa ditransplantasikan kepada pasien dengan penyakit Parkinson.

Kemudian, sekalipun organ babi tidak bisa selamanya dipakai, setidaknya tindakan ini akan bisa meminjamkan waktu bagi penerima donor selagi menunggu organ manusia.

Namun, tentunya hal-hal ini baru bisa dilakukan bila tantangan terakhir berhasil dilewati, yakni ketika xenotransplantasi telah diujicobakan pada manusia dan terbukti aman.

https://sains.kompas.com/read/2019/04/05/173400123/transplantasi-organ-hewan-akankah-jadi-solusi-kurangnya-pendonor-

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lawan Omicron, Antibodi Penetralisir Vaksin Pfizer Turun 41 Kali Lipat

Lawan Omicron, Antibodi Penetralisir Vaksin Pfizer Turun 41 Kali Lipat

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Fenomena
Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Fenomena
7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

Oh Begitu
WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

Oh Begitu
5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

Oh Begitu
Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Oh Begitu
5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

Oh Begitu
Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Oh Begitu
Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Fenomena
Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Kita
[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

Oh Begitu
Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Oh Begitu
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.