Salin Artikel

Peneliti Kanada: Madu Bisa Bantu Pantau Polusi Udara

VANCOUVER, KOMPAS.com - Sebuah studi baru dari University of British Columbia, Kanada menemukan bahwa madu bisa membantu menunjukkan dengan tepat sumber-sumber pencemaran lingkungan.

Temuan ini didapatkan para ilmuwan setelah menganalisis madu dari sarang lebah di enam lingkungan kita Metro Vancouver. Mereka menguji kandungan timbal, seng, tembaga, dan unsur-unsur lain dari madu di enam lingkungan tadi.

"Mereka (lebah) terbang di udara dan minum air, serta mendarat di tanah selain kegiatan mencari makan dari serbuk sari dan nektar," ungkap Kate E Smith, penulis utama penelitian ini dikutip dari CTV News, Minggu (17/03/2019).

"Jadi sementara mereka berinteraksi dengan semua bagian lingkungan, mereka juga secara pasif mengumpulkan debu dan partikel," imbuh mahasiswa doktoral tersebut.

Uniknya, para peneliti menemukan konsentrasi unsur meningkat pada sarang lebah yang lebih dekat ke daerah dengan lalu lintas yang padat, kepadatan kota yang lebih tinggi, atau aktivitas industri seperti pelabuhan pengiriman.

Mereka menemukan bahwa madu dari daerah pusat kota, wilayah padat penduduk atau area aktivitas industri telah meningkatkan konsentrasi elemen jejak tertentu yang mengindikasikan aktivitas manusia. elem yang dimaksud seperti seng, titanium, tembaga atau timah.

Berita baiknya adalah komposisi kimia madu di Vancouver mencerminkan lingkungannya dan sangat bersih, kata Smith.

"Vancouver masih merupakan kota yang cukup bersih. Itu tidak buruk. Hanya tipikal kota," ujarnya.

Madu Metro Vancouver jauh di bawah rata-rata di seluruh dunia untuk logam berat seperti timah, dan orang dewasa harus mengonsumsi lebih dari 600 gram - dua cangkir madu setiap hari untuk melebihi tingkat yang dapat ditoleransi, kata Smith.

Paparan timbal tetap menjadi perhatian utama kesehatan manusia terutama bagi anak-anak, katanya.

Para peneliti menggunakan teknik yang disebut sidik jari isotop. Smith mencatat bahwa timbal memiliki empat isotop, yang merupakan varian dari unsur kimia tertentu.

Menganalisis isotop ini mirip dengan menentukan sidik jari karena memberikan para ilmuwan informasi tentang sumber timah, katanya.

Timbal yang berasal dari bebatuan, sabuk vulkanik Garibaldi atau sedimen dari Sungai Fraser berbeda dari yang berasal dari pusat kota karena aktivitas manusia, kata Smith.

"Aspek unik dari penelitian ini adalah penggunaan isotop timah untuk membantu sidik jari sumber timah potensial di lingkungan dengan berbagai jenis penggunaan lahan," kata Smith.

"Ini adalah studi pertama yang melakukan ini (menguji polusi) dengan madu di Amerika Utara," imbuhnya.

Konsentrasi elemen meningkat lebih dekat ke pusat kota Vancouver. Sedangkan sebagian besar dari sumber buatan manusia, katanya.

Data dari penelitian selama empat tahun ini dapat menjadi dasar untuk studi di masa depan, katanya.

"Kota adalah lingkungan yang sangat dinamis. Kami memiliki masalah dan tantangan seperti perubahan iklim dan semua faktor ini akan berkontribusi pada bagaimana lanskap kota berubah," katanya.

"Dan kita bisa terus memantau ini dengan memantau madu dari lebah madu," sambungnya.

Lebah madu adalah biomonitor lingkungan karena madu memberikan informasi kuantitatif tentang lingkungan sebagai lawan dari informasi kualitatif saja, kata Smith.

"Contoh informasi kualitatif adalah kenari di tambang batu bara, tetapi di sini kami mendapatkan data kuantitatif yang memberi tahu kami tentang lingkungan yang mengelilingi sarang," katanya.

"Saya pikir ini sangat berguna karena akan melengkapi metode pengambilan sampel lingkungan yang lebih tradisional seperti udara dan tanah atas," pungkasnya.

https://sains.kompas.com/read/2019/03/19/190100523/peneliti-kanada--madu-bisa-bantu-pantau-polusi-udara

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gangguan Tulang Leher Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Ini Saran Dokter

Gangguan Tulang Leher Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Ini Saran Dokter

Oh Begitu
Fenomena Aphelion, Benarkah Membuat Bumi Terasa Lebih Dingin?

Fenomena Aphelion, Benarkah Membuat Bumi Terasa Lebih Dingin?

Fenomena
Peneliti Temukan Sedotan Minuman Tertua, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Sedotan Minuman Tertua, Seperti Apa?

Oh Begitu
Waspadai Efek Sering Meregangkan Leher hingga Berbunyi 'Krek'

Waspadai Efek Sering Meregangkan Leher hingga Berbunyi 'Krek'

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Tonga Mengirim Riak ke Angkasa, Ahli Jelaskan Dampaknya

Letusan Gunung Berapi Tonga Mengirim Riak ke Angkasa, Ahli Jelaskan Dampaknya

Fenomena
Karbon Purba Planet Mars Ditemukan Curiosity NASA, Seperti Apa?

Karbon Purba Planet Mars Ditemukan Curiosity NASA, Seperti Apa?

Fenomena
Gunung Anak Krakatau Meletus 2018 karena Longsor Bukan Ledakan Vulkanik, Studi Jelaskan

Gunung Anak Krakatau Meletus 2018 karena Longsor Bukan Ledakan Vulkanik, Studi Jelaskan

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: NASA Sebut Letusan Gunung Tonga 500 Kali Lebih Kuat | Gejala Omicron | Banjir Di Banyak Daerah

[POPULER SAINS]: NASA Sebut Letusan Gunung Tonga 500 Kali Lebih Kuat | Gejala Omicron | Banjir Di Banyak Daerah

Fenomena
Daftar Planet yang Tersusun dari Gas dan Es

Daftar Planet yang Tersusun dari Gas dan Es

Oh Begitu
11 Cara Menjaga Kesehatan Otak, Salah Satunya Olahraga

11 Cara Menjaga Kesehatan Otak, Salah Satunya Olahraga

Oh Begitu
Gempa Bumi M 5,5 Guncang Kota Jayapura Papua Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi M 5,5 Guncang Kota Jayapura Papua Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Apa yang Terjadi Jika Supervolcano Meletus?

Apa yang Terjadi Jika Supervolcano Meletus?

Fenomena
CDC: Vaksin Jalan Teraman untuk Melindungi Diri dari Covid-19

CDC: Vaksin Jalan Teraman untuk Melindungi Diri dari Covid-19

Oh Begitu
Gejala Covid-19 Ringan Bisa Sebabkan Penurunan Fungsi Kognitif, Studi Jelaskan

Gejala Covid-19 Ringan Bisa Sebabkan Penurunan Fungsi Kognitif, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Ahli Sebut Longsor Mungkin Jadi Penyebab Letusan Gunung Tonga, Mirip Anak Krakatau 2018

Ahli Sebut Longsor Mungkin Jadi Penyebab Letusan Gunung Tonga, Mirip Anak Krakatau 2018

Fenomena
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.