Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Unicorn, Hak Ulayat, hingga "Biofuel", 10 Istilah dalam Debat Capres Kedua

KOMPAS.com - Debat calon presiden yang diselenggarakan pada Minggu (17/02/2019) malam kemarin menyisakan beberapa pertanyaan di benak publik. Pasalnya, ada beberapa istilah yang tidak begitu familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Kompas.com merangkum 10 istilah dalam debat capres semalam. Apa saja?

1. Unicorn

Dalam kesempatan debat capres semalam, Joko Widodo mengungkap empat dari tujuh unicorn di ASEAN berasal dari Indonesia.

Unicorn sendiri adalah sebutan untuk perusahaan rintisan (startup) swasta yang nilai kapitalisasinya lebih dari 1 miliar dollar AS.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee sekitar tahun 2013. Lee menganggap istilah unicron mampu menjelaskan obsesi magis para startup yang berburu valuasi hingga miliaran dollar.

Unicorn yang dianggap hewan mitos dirujukan untuk mendefinisikan perusahaan rintisan yang kala itu masih sedikit yang memiliki valuasi 1 miliar dollar AS.

2. Perhutanan sosial

Jokowi juga sempat menyebut tentang perhutanan sosial yang sudah mencapai 2,6 juta hektare (ha).

Merujuk pada laman pkps.menlhk.go.id, perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Dengan kata lain, perhutanan sosial adalah kawasan hutan yang dikelola masyarakat setempat.

3. Masyarakat Adat

Istilah lain yang muncul pada debat capres tadi malam adalah masyarakat adat. Definisi masyarakat adat sendiri ada 2, di antaranya:

menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) pada kongres 1 tahun 1999, masyarakat adat adalah komunitas-komunitas yang hidup berdasarkan asal-usul leluhur secara turun-temurun di atas suatu wilayah adat, yang memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial budaya yang diatur oleh hukum adat dan lembaga adat yang mengelolah keberlangsungan kehidupan masyarakatnya.

Sedangkan menurut Uu No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, BAB I Pasal 1 butir 31, masyarakat hukum adat adalah kelompok masyarakat yang secara turun temurun bermukim di wilayah geografis tertentu karena adanya ikatan pada asal usul leluhur, adanya hubungan yang kuat dengan lingkungan hidup,serta adanya sistem nilai yang menentukan pranata ekonomi, politik, sosial,dan hukum.

4. Hak Ulayat

Masih berhubungan dengan masyarakat adat, istilah yang juga masih asing bagi pubik adalah hak ulayat.

Menurut Boedi Harsono dalam bukunya Hukum Agraria Indonesia, Sejarah UUPA, Isi dan Pelaksanaannya, hak ulayat merupakan serangkaian wewenang dan kewajiban suatu masyarakat hukum adat yang berhubungan dengan tanah yang terletak dalam lingkungan wilayahnya.

5. Broadband

Mungkin Anda bukan kali ini saja mendengar istilah broadband. Apalagi ini merupakan salah satu istilah dalam internet.

Meski begitu, masih belum banyak yang memahami tentang istilah satu ini. Broadband adalah sebuah istilah untuk merujuk jangkauan frekuensi luas yang digunakan untuk transmisi (kirim dan menerima) data.

6. Revolusi Industri 4.0

Sebenarnya, istilah revolusi industri 4.0 sudah sering kita dengar. Hanya saja, istilah ini masih belum banyak dimengerti.

Pada revolusi industri 4.0, manusia mulai menemukan pola baru ketika disruptif teknologi hadir begitu cepat. Mengutip dari Wikipedia, industri 4.0 merupakan nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik.

Dalam hal ini, industri 4.0 akan menghasilkan "pabrik cerdas".

7. Biofuel

Biofuel atau bahan bakar hayati juga disebut-sebut dalam debat capres semalam. Istilah ini terutama disebut saat pembahasan sawit.

Biofuel sendiri adalah semua bahan bakar baik berbentuk padatan, cairan, ataupun gas yang terbuat dari bahan-bahan organik.

Melansir dari Bobo.grid.id, setidaknya ada 3 jenis biofuel yang kita kenal di Indonesia.

Pertama, bioetanol atau alkohol yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti gandum, tebu, jagung, singkong, ubi, buah-buahan, hingga sayuran. Untuk mendapatkan bioetanol, tumbuhan harus melewati proses fermentasi dulu.

Kedua, biodiesel atau bahan bakar yang terbuat dari minyak nabati seperti sawit, kedelai, buah jarak, hingga bunga matahari. Bahan dari tumbuhan dianggap lebih ramah lingkungan.

Ketiga, biogas atau bahan bakar hasil fermentasi sampah tumbuhan atau kotoran hewan dan manusia. Ketika difermentasi, sampah dan kotoran akan mengeluarkan gas yang bisa digunakan sebagai bahan bakar.

8. Big Data

Istilah teknologi lain yang juga disebut dalam debat capres tadi malam adalah big data. Ini merupakan salah satu istilah dalam dunia teknologi untuk korporasi yang menanjak popularitasnya.

Istilah ini mengacu pada data dalam jumlah sangat besar dan rumit yang tidak bisa diproses secara "tradisional".

9. Internet of Things (IoT)

Masih dalam bidang teknologi, istilah yang disebut oleh kedua capres adalah internet of things. Tapi, apa sebenarnya internet of things itu?

Melansir dari laman Binus University, IoT adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan jaringan internet. Teknologi ini ditemukan oleh Kevin Ashton tahun 1999.

Salah satu contoh IoT yang paling akrab adalah sistem navigasi GPS.

10. Robotik

Prabowo Subianto sempat mengatakan perkembangan industri 4.0 dengan artificial intelegence, hingga robotik bisa berdampak pada sumber daya manusia. Dia mencontohkan pabrik mobil di Jerman yang para pekerjanya sekarang digantikan oleh robot.

Istilah robotik di sini bisa diartikan sebagai salah satu cabang interdisipliner teknik dan sains yang mencakup teknik mesin, teknik elektronik, tenik informatika, ilmu komputer, dan lain sebagainya.

Teknologi ini digunakan untuk mengembangkan mesin yang bisa menggantikan kerja-kerja manusia dengan mereplikasi tindakan manusia.

https://sains.kompas.com/read/2019/02/18/194332823/unicorn-hak-ulayat-hingga-biofuel-10-istilah-dalam-debat-capres-kedua

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke