Salin Artikel

Jangan Sampai Orang Bicara AI, tapi Kita Masih "Stunting"

TANGERANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menegaskan perlunya Indonesia memperbaiki kualitas kesehatan agar bisa bersaing dengan bangsa lain.

Dalam Rapat Koordinasi Kesehatan Nasional yang digelar pada Selasa (1/12/2/2018), Presiden menyesalkan angka stunting yang masih 30 persen dan infeksi HIV yang terus meningkat di daerah.

"Jogja kok masih ada stunting. Bagaimana ini?" ungkap Jokowi meluapkan keheranannya ketika menerima laporan dari Dinas Kesehatan DIY.

Jokowi mengatakan, dirinya mengapresiasi keberhasilan Kemenkes menurunkan angka stunting dari 37 persen ke 30 persen. Namun pada saat yang sama, juga mendorong kementerian untuk mengeliminasi stunting.

"Jangan sampai negara lain sudah bicara artificial intelligence, virtual reality, internet of things, big data, tapi kita masih bicara stunting," katanya.

Jokowi mengungkapkan, Indonesia telah ditinggal oleh Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam dalam pembangunan. "Jangan sampai kita nanti ketinggalan Laos dan Kamboja," tegasnya.

Fokus pada Upaya Preventif

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengungkapkan, upaya penyembuhan penyakit terus dilakukan, tetapi pada saat yang sama juga akan fokus pada upaya preventif.

Ditanyai tentang fasilitas kesehatan di daerah untuk mendukung layanan penyakit berat seperti kanker, Nila mengatakan bahwa pihaknya telah membangun tetapi mengakui bahwa kapasitasnya masih terbatas.

"Namun, kanker sebenarnya penyakit yang bisa dicegah dengan memperbaiki gaya hidup. Cek sejak dini," katanya.

Kementerian Kesehatan juga menggerakkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Dalam program itu, petugas di 9.993 puskesmas diminta melakukan survei kesehatan pada 65 juta KK dan melakukan intervensi.

Hingga saat ini, cakupan PIS-PK masih 20 persen. Salah satu kendala adalah tenaga puskesmas yang masih memahami bahwa PIS-PK hanya sekadar pengumpulan data. Kendala lain adalah keengganan warga untuk disurvei dan diintervensi.

https://sains.kompas.com/read/2019/02/12/174500723/jangan-sampai-orang-bicara-ai-tapi-kita-masih-stunting

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Oh Begitu
Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Oh Begitu
Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Oh Begitu
Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Fenomena
3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Oh Begitu
Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.