Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Inilah Tabel Periodik Kimia Tertua di Dunia, Usianya 140 Tahun

Tabel periodik yang ditemukan di Universitas St Andrews, Skotlandia merupakan sebuah peninggalan bersejarah yang unik.

Untuk diketahui, tabel periodik merupakan tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel yang disusun berdasarkan nomor atom, konfigurasi elektron, dan keberulangan sifat kimia.

Aitken menemukan benda itu tersimpan di antara bahan kimia dan peralatan laboratorium yang berantakan. Dari bentuknya yang sangat rapuh, tabel itu diyakini sebagai salinan tabel periodik tertua di dunia.

Menurut ahli Universitas California yang menganalisis unsur kimia dalam tabel, ia meyakini tabel periodik itu dibuat antara tahun 1879 sampai 1886. Dokumen tersebut dianotasi dalam bahasa Jerman.

Melansir Science Alert, Jumat (18/1/2019), Germanium yang ditemukan pada 1886 tidak ada di dalam tabel. Namun gallium dan skandium yang ditemukan pada 1875 dan 1879, ada.

Penyelidikan mendalam selanjutnya menemukan catatan entri diproduksi pada 1885 oleh penerbit yang berbasis di Wina.

Hal ini menunjukkan bahwa dokumen tersebut merupakan tabel periodik tertua yang diketahui, diproduksi dua dekade setelah ahli kimia legendaris Dmitri Mendeleev melaporkan temuannya yang terkenal.

Meski rapuh, dokumen tabel periodik tertua itu masih bisa terbaca jelas. Ini menandakan bahwa meski sempat "terbuang", dokumen tersebut diberi perawatan ekstra, termasuk pembersihan, pemandian kimia untuk menyeimbangkan pH kertas, dan juga proses perbaikan menggunakan kertas kozo Jepang serta pasta yanng terbuat dari tepung gandum.

Dokumen tersebut kini disimpan di ruang kontrol Universitas St Andrews dan salinannya dipajang di Fakultas Kimia, Universitas St Andrews.

https://sains.kompas.com/read/2019/01/18/120036023/inilah-tabel-periodik-kimia-tertua-di-dunia-usianya-140-tahun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke