Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

3 Hal dari Natal yang Bisa Sebabkan Kurang Tidur

KOMPAS.com - Perayaan Natal adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Bagi beberapa orang, perayaan hari besar semacam ini sering mengganggu siklus tidur.

Bagi beberapa orang, Desember adalah bulan yang "sibuk". Rasanya banyak perayaan yang harus disiapkan, mulai dari Natal hingga tahun baru.

Berbagai persiapan dan perayaan itu tak jarang membuat kita harus mengorbankan waktu tidur. Akibatnya, kesehatan kita sering terpengaruh dari waktu tidur yang buruk.

Saat Natal ini, ada baiknya Anda memperhatikan kembali apakah beberapa faktor berikut mempengaruhi porsi tidur Anda.

1. Jetlag Sosial

Pernahkah Anda mendengar istilah manusia pagi dan manusia malam? Kedua istilah tersebut menggambarkan bahwa manusia memiliki kecenderungan pola tidur berbeda.

Menurut berbagai penelitian hal tersebut dipengaruhi elemen genetik. Fenomena ini disebut chronotype yang mengacu pada jam berapa seseorang cenderung ingin tidur dan bangun.

Melansir dari BBC, Selasa (25/12/2018), banyak orang menganggap hal ini sebagai waktu biologis.

Namun, seperti yang kita tahu, manusia juga merupakan makhluk sosial. Kita perlu bekerja dan melakukan jadwal sosial, di waktu yang mungkin merupakan jam tidur.

Jika ada perbedaan dari kedua hal itu, maka bukan tidak mungkin Anda mengembangkan jetlag sosial.

Seperti jetlag perjalanan, jetlag sosial juga bisa membuat Anda merasa pusing dan mempengaruhi kesehatan.

Efek ini bisa bertambah buruk dalam masa sibuk karena tuntutan sosial seperti persiapan Natal. Artinya, jam tidur selama waktu-waktu itu akan lebih sedikit.

Untuk kompensasinya, biasanya orang akan "balas dendam" ketika akhir pekan.

2. Kecemasan

Momen akhir tahun selalu identik dengan libur panjang. Tapi, sebelum berlibur, biasanya orang disibukkan dengan tumpukan pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

Kejaran deadline ini bisa meningkatkan kecemasan seseorang. Belum lagi komitmen sosial, tekanan keluarga, masalah keuangan juga memperburuk rasa cemas itu.

Sayangnya, gangguan kecemasan juga bisa berdampak bagi kesehatan seseorang. Hal ini terutama mempengaruhi masalah tidur.

Di sisi lain, kurang tidur juga memperburuk gangguan kecemasan. Kedua hal ini seperti lingkaran setan yang sulit diputus mata rantainya.

3. Efek Musiman

Musim hujan seperti yang selalu terjadi di bulan Desember membuat kita cenderung ingin tidur. Sayangnya, tuntutan pekerjaan dan sosial sering tidak mendukung hal tersebut.

Akibatnya, rutinitas harian terasa lebih melelahkan dan bisa menyebabkan jetlag sosial.

https://sains.kompas.com/read/2018/12/25/180200023/3-hal-dari-natal-yang-bisa-sebabkan-kurang-tidur-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke