Salin Artikel

Nyaris Dicerna, Ular Jenis Baru Ditemukan di Perut Ular Lain

KOMPAS.com – Para ilmuwan telah menemukan jenis ular baru dari tempat yang tidak terduga. Pasalnya, reptil melata yang baru ditemukan ini melakukan debut ilmiahnya di dalam perut ular lain.

Dalam studi yang diterbitkan pada Journal of Herpetology dijelaskan bahwa ular ini ditemukan pada perut ular koral Amerika, Micrurus nigrocinctus, yang memang dikenal sebagai predator bagi ular lain.

Pada tahun 1976, petani lokal di Meksiko, bernama Julio Ornelas-Martinez, menemukan ular koral Amerika Tengah dan memberikannya kepada para peneliti.

Ketika para peneliti mengidentifikasi ular tersebut, mereka menemukan ular lain di dalamnya, Namun bukannya diteliti lebih lanjut, ular tersebut malah ditempatkan di museum.

Identitas ular malang tersebut akhirnya diungkap oleh para herpetologis dari University of Texas, Jonathan Campbell dan rekan-rekannya. Mereka menamakannya Cenaspis aenigma yang berarti ular makan malam misterius.

Hal yang membuatnya dikategorikan sebagai spesies baru adalah adanya lempeng besar yang tak terbagi di bagian bawah ekornya (sisik subcaudal), bentuk dan penutup organ seksual laki-lakinya (hemipenis), dan bentuk tengkoraknya.

Para peneliti menduga ini bukanlah jenis ular yang besar, spesimen yang ditemukan bahkan hanya berukuran sekitar 285 milimeter.

Beberapa fitur pada tubuhnya, seperti bentuk tengkoraknya yang memanjang dan sisik yang relatif datar, membuat para peneliti berpendapat bahwa ini adalah jenis yang bisa menggali dan menghabiskan waktunya di dalam tanah.

Namun, ada beberapa hal yang kemungkinan hanya bisa diselesaikan kalau para peneliti bisa menemukan spesimen yang masih hidup.

"Warnanya yang biasa dan tidak adanya pola pada punggung bukanlah karakteristik dari ular spesies menggali. Namun, di bagian perutnya ada tiga segitiga atau persegi yang membentuk tiga garis di sepanjang tubuhnya,” ungkap Campbell seperti yang dilansir dari Science Alert pada Kamis (20/12/2018).

Hal tersebut membuat para peneliti bertanya-tanya, mengapa ular yang berada di bawah tanah memiliki pola yang begitu menonjol. Pola tersebut juga tidak ditemukan pada ular Amerika Tengah lainnya.

Melalui pantauan habitatnya, diperkirakan ular ini hanya memangsa hewan-hewan kecil seperti siput dan cacing tanah. Hal ini karena mulut dan gigi Cenaspis lebih menyerupai ular yang memangsa hewan kecil seperti serangga, lipan dan arthropoda.

Para peneliti menganggap, jika benar ular ini adalah jenis ular yang menggali tanah, maka akan sangat wajar jika pada tahun 1976, para peneliti mengalami kesulitan ketika berusaha untuk menemukan ular tersebut di alam liar.

Para peneliti justru mengapresiasi ular koral yang mampu memangsa hewan ini. Sebab, dengan struktur tubuh dan ukuran yang demikian, diperlukan keahlian khusus untuk dapat menemukan cenaspis aenigma.

https://sains.kompas.com/read/2018/12/21/180500223/nyaris-dicerna-ular-jenis-baru-ditemukan-di-perut-ular-lain

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Oh Begitu
Nelayan Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sungai Mekong, Seperti Apa?

Nelayan Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sungai Mekong, Seperti Apa?

Fenomena
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.